Berita Banyumas
Banyumas dan Cilacap Alami Deflasi Terendah Se-Jawa Tengah
Pada Juli 2020, Purwokerto dan Cilacap mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,20 persen (mtm) dan -0,17 persen (mtm).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
Harga komoditas makanan seperti bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, dan gula pasir diperkirakan terkendali seiring dengan pasokan yang mencukupi.
Adapun sumber tekanan inflasi berasal dari masih tingginya harga emas perhiasan dan risiko meningkatnya harga beras pasca panen raya.
Secara tahunan inflasi Purwokerto pada tahun 2020 diperkirakan berada pada kisaran 2,0 persen s.d. 3,0 persen (yoy) atau berada dalam rentang target inflasi 2020 sebesar 3±1 persen (yoy).
Beberapa hal yang berpotensi mendorong laju inflasi antara Iain penetapan harga yang ditentukan Pemerintah, seperti cukai rokok.
Selain itu, fluktuasi harga bahan makanan karena faktor musiman serta tingginya permintaan pada hari besar keagamaan dan periode liburan juga masih menjadi sumber inflasi utama pada 2020.
Dari sisi eksternal, faktor yang berpotensi menyumbang inflasi antara Iain kenaikan harga komoditas impor sebagai dampak dari fluktuasi nilai tukar Rupiah dan kondisi perdagangan dunia.
Pandemi Covid-19 dalam beberapa bulan di beberapa daerah memberikan dampak berupa pembatasan aktivitas produksi dan perdagangan sehingga mempengaruhi pencapaian inflasi pada 2020.
Angka Nasional
Secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi pada Juli 2020 sebesar 0,10 persen.
Deflasi Juli 2020 membuat inflasi selama Januari hingga Juli (year to date/ytd) sebesar 0,98 persen dan 1,54 persen secara tahunan.
Bahkan kepala BPS Suhariyanto menyebut, inflasi pada 2020 merupakan yang terendah sejak tahun 2000.
Pada saat itu, Indonesia mengalami inflasi secara tahunan sebesar 1,2 persen.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, deflasi pada Juli 2020 menunjukkan masih rendahnya daya beli masyarakat sejak dihantam pandemi Covid-19.
Masyarakat berpenghasilan menengah dan menengah ke bawah terkena dampak yang signifikan dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah.
Akibatnya, pendapatan menurun dan daya beli masyarakat semakin jatuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-kantor-perwakilan-bank-indonesia-bi-purwokerto-samsun-hadi.jpg)