Berita Viral
Biasanya Memang Kejam, tapi Zarka Tak Menyangka Akan Separah Ini: Suami Saya Memotong Hidung Saya
Zarka bisa dengan jelas melihat hidung barunya ditutupi jahitan dan gumpalan darah di depan cermin
Biasanya Memang Kejam, tapi Zarka Tak Menyangka Akan Separah Ini: Suami Saya Memotong Hidung Saya
TRIBUNJATENG.COM - Setelah melalui 10 minggu dalam penderitaan, Zarka akhirnya melihat secercah harapan.
"Saya senang. Hidung saya kembali... Bagus. Sangat bagus," ia berkata kepada dokter ketika mereka mengganti pakaiannya seusai operasi untuk merekonstruksi wajahnya.
Zarka bisa dengan jelas melihat hidung barunya ditutupi jahitan dan gumpalan darah di depan cermin.
Kekerasan domestik terhadap perempuan sangat umum di Afganistan.
Satu survei nasional yang dikutip Dana Penduduk PBB mengatakan 87 persen perempuan Afghanistan mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan fisik, seksual, atau psikologis.
• Kronologi Kepala Sekolah Lecehkan Guru TK, Modus Diminta Datang ke Ruangannya Bahas Pekerjaan
• Katalog Promo JSM Superindo 7-9 Agustus 2020, Daftar Terbaru Diskon Akhir Pekan Klik di Sini
• Ganjar Pranowo Senyum-senyum Sendiri Baca Surat dari Kayla, Putuskan Datang ke Salatiga: Ini Unik
• Ditolak Mentah-mentah Wakil Ketua DPRD Solo, Seperti Ini Jenis Mobil Dinas Baru Seharga Rp 600 Juta
Dalam kasus terburuk, suami atau saudara laki-laki menyerang perempuan dengan cairan asam atau pisau.
Seperti yang dialami Zarka, dalam kekerasan terakhir yang ia alami, suami Zarka memotong hidungnya dengan pisau lipat.
"Suami saya curiga pada semua orang," kata Zarka.
Tuduhan terhadapnya biasanya diikuti dengan pemukulan, yang menjadi ritual sehari-hari.
"Ia sebut saya orang tak bermoral. Saya bilang itu tidak benar," ujarnya.
Zarka telah menikah selama sepuluh tahun dan memiliki seorang anak berusia enam tahun.
Perempuan berusia 28 tahun itu sudah terbiasa dipukuli suaminya, tapi ia tak pernah menyangka akan menjadi separah ini.
Penyembuhan
"Ketika saya melihat diri saya sendiri di cermin hari ini, hidung saya sudah sembuh banyak," kata Zarka kepada BBC.