Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Antisipasi Kekeringan, PDAM Kudus Akan Bangun Delapan Sumur

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus menyiapkan delapan sumur baru di beberapa kecamatan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
Shutterstock
Ilustrasi Kekeringan 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus menyiapkan delapan sumur baru di beberapa kecamatan dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.

Direktur Teknik PDAM Kudus, Yan Laksmana menuturkan, sejumlah sumur baru tersebut sebagai upaya untuk menghadapi musim kemarau.

Menurutnya, sumur tersebut akan menjadi alternatif jika terjadinya kekeringan yang berkepanjangan.

"Kami secepatnya akan menyiapkan delapan sumur baru untuk mengantisipasi kekeringan dan dropping air," tuturnya, Sabtu (8/8/2020).

Yan mengatakan sumur baru tersebut akan lebih fokus di wilayah yang selama ini rawan kekeringan, yakni Kecamatan Undaan.

"Tahun lalu Undaan daerah yang paling terdampak," jelasnya.

Saat ini, PDAM Kudus memiliki 63 sumur yang masih berfungsi untuk menjadi penyimpanan cadangan air.

Dari jumlah keseluruhan sumur tersebut, 70 persen di antaranya telah dimaksimalkan untuk memenuhi semua kebutuhan pelanggan PDAM.

"Kebanyakan dari sumur yang ada ini masih berfungsi," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memiliki jaringan baru di Kecamatan Undaan yang diharapkan dapat menekan dampak kekeringan.

Seperti tahun 2019 lalu, sejumlah pihak secara bergiliran melakukan dropping air ke Kecamatan Undaan.

"Di Undaan kami memiliki jaringan baru, jadi kami upayakan tidak ada droping air di sana. Semoga jaringan baru bisa mengurangi dampak kekeringan tahun ini," ucapnya.

Dia memperkirakan, kuantitas air dalam tanah masih baik sehingga pelanggan di sembilan kecamatan bisa tercukupi semua.

"Debit air masih aman dan belum ada keluhan dari pelanggan.," tuturnya.

Yan memberitahukan, sejak 20 April 2020 telah memulai pekerjaan bak penampungan raksasa. Bak tersebut berbentuk glass tank yang memiliki diameter 28 meter dan kedalaman delapan meter.

Setelah selesai dibangun, pihaknya dapat memenuhi kebutuhan pelanggan hingga 16 ribu pelanggan dari suplai air di Bendungan Logung 200 liter per detiknya.

"Sumber airnya dari Bendungan Logung. jangkauannya nanti sampai Kecamatan Jekulo, Mejobo dan sebagian Kecamatan Dawe dan Bae," ujar dia. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved