Breaking News:

Berita Tegal

Tahun 2020 Pedagang Pasar Pagi Kota Tegal Mulai Bandel Tak Bayar Iuran, Tunggakan Rp 1,5 Miliar

Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal mencatat, sekira Rp 1.5 miliar tunggakan pedagang di Blok A Pasar Pagi Kota Tegal, belum terbayarkan.

Tribunjateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
ILUSTRASI - Seorang penjual cabai di Pasar Pagi Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal mencatat, sekira Rp 1.5 miliar tunggakan pedagang di Blok A Pasar Pagi Kota Tegal, belum terbayarkan.

Tunggakan tersebut berasal dari 49 pedagang yang belum terbayar sejak 2018.

Kabid Pasar Dinkop UKM dan Perdagangan Kota Tegal, Maman Suherman mengatakan, di akhir 2019 para pedagang di Blok A Pasar Pagi Kota Tegal, sempat membayar tunggakan dengan mencicil.

Namun memasuki 2020, pedagang kembali membandel dan tidak melakukan angsuran tunggakan.

Maman mengatakan, jika pedagang tidak segera melunasi, pihaknya akan menyerahkan persoalan tersebut kepada kejaksaan negeri sebagai pengacara negara untuk menyelesaikannya.

"Ya kami dan kepala pasar juga tidak bosan melakukan penagihan dan pendekatan ke pedagang. Sampai-sampai kami menghampiri rumah pedagang agar mereka mau membayarnya," kata Maman kepada tribunjateng.com melalui saluran telepon, Rabu (12/8/2020).

Meski demikian, menurut Maman, fakta di lapangan ditemukan persoalan baru.

Banyak pedagang yang kini menempati kios-kios di Blok A Pasar Pagi Kota Tegal, tidak mengetahui tunggakan tersebut.

Alasannya baru saja membeli kios yang sekarang ditempati.

Maman mengatakan, sebagian kios ada yang sudah dialihkan dan ada yang dijual lagi.

"Kami siap berkoordinasi dengan kejaksaan, termasuk dengan bagian hukum Pemkot Tegal. Apalagi ada temuan seperti jual beli kios dari penghuni ruko Blok A dengan nilai sampai Rp 60 juta per dua tahun. Ini sudah jelas penyimpangan," jelasnya.

Maman menjelaskan, tunggakan sejumlah 49 pedagang nilainya memang berbeda-beda.

Hal itu tergantung dengan luasan kios juga.

Menurutnya, ada yang Rp 34 juta, lalu Rp 50 juta, hingga Rp 66 juta.

"Sebenarnya jika pedagang tertib membayar tiap tahun, itu sangat murah. Sebab, satu tahun hanya membayar Rp 7 juta sampai Rp 9 juta per tahun," ungkapnya. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved