Breaking News:

Berita Tegal

Warga Balapulang Wetan Tegal Ciptakan Nuansa Warna-warni & Gambar 3 Dimensi Percantik Lingkungan

Ingin memiliki suasana Desa yang nyaman dan lebih berwarna, membuat remaja di Kompleks Musala Al Istiqomah, Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulan

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Ingin memiliki suasana Desa yang nyaman dan lebih berwarna, membuat remaja di Kompleks Musala Al Istiqomah, Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, berinisiatif membuat gambar 3 dimensi di jalan umum desa sekaligus mewarnai jembatan supaya lebih menarik.

Tidak hanya sekedar membuat gambar dan mewarnai jembatan saja, para remaja ini juga membangun kesadaran masyarakat sekitar dengan mengadakan kegiatan bersih-bersih di sekitar aliran sungai.

Tujuannya, supaya masyarakat lebih peduli dengan kebersihan lingkungan, utamanya untuk tidak membuang sampah sembarangan di sungai.

Saat Tribunjateng.com mengunjungi lokasi, terlihat beberapa warga sedang melakukan kegiatan kerja bakti.

Ada yang sedang membersihkan sampah di aliran sungai, ada yang sedang memasang pernak-pernik 17 Agustusan, ada juga yang membersihkan jalanan dengan selang air supaya gambar 3 dimensi yang sudah dibuat oleh remaja sekitar bisa lebih terlihat.

Salah satu penggiat ide kreatif untuk mewarnai jembatan, Syahrizal Agit (22) mengatakan, untuk awal pengerjaan tentunya Ia dan rekan-rekan sudah meminta izin terlebih dahulu kepada warga.

Setelah mendapat izin mereka baru berani mewarnai jembatan, membuat gambar 3 dimensi di area jembatan, mewarnai di sekitar aliran sungai, membuat patung buaya, dan lain-lain.

Bahkan rencanaya kedepan juga ingin menciptakan taman baca bagi warga sekitar khususnya anak-anak.

Adapun dalam pengerjaannya selama ini, Agit dibantu oleh rekan-rekannya seperti Rival (17), Muhammad Faik Fahrezi (18), dan teman-teman lainnya yang berjumlah kurang lebih 15 orang, bersama warga sekitar.

"Kami mendapatkan biaya untuk membeli cat, hiasan di sekitar jembatan, dan lain-lain itu dari masyarakat sekitar. Jadi kami keliling dari rumah ke rumah, dan alhamdulillah warga sangat antusias dan mau membantu kami. Biaya yang kami peroleh kurang lebih Rp 2 jutaan, ya meski sebenarnya masih ada yang kurang tapi harus kami cukup-cukupi dan alhamdulillah sebagian sudah terealisasi," ujar Agit, pada Tribunjateng.com, Minggu (16/8/2020).

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved