Breaking News:

MAJT Segera Buka Kembali Convention Hall untuk Kegiatan Umum

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) membuka lagi pemanfaatan ruang Convention Hall.

MAJT Segera Buka Kembali Convention Hall untuk Kegiatan Umum
Istimewa
Ketua PP MAJT Prof Noor Achmad (2 dari kirim) saat menerima musaf Al-Quran tulisan tangan KH Masrur, Rembang, disumbangkan Drs H Istadjib AS (paling kiri) untuk memperkaya koleksi Museum Perkembangan Islam Nusantara di MAJT.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) membuka lagi pemanfaatan ruang Convention Hall atau ruang pertemuan untuk dapat digunakan kegiatan umum. Bahkan MAJT memberikan diskon sampai 50 persen bagi masyarakat yang hendak menyewa ruang tersebut. Tak hanya membuka Convention Hall, Pembukaan untuk destinasi wisata juga akan dilakukan.

Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad mengatakan ruang convention hall sudah ditutup untuk kegiatan umum sejak Bulan Maret 2020. Seperti diketahui bahwa penutupan itu dikarenakan terdampak Covid19 sehingga segala bentuk aktivitas untuk berkumpul ditiadakan. Saat ini pihaknya telah mengajukan pengaktifan kembali Convention Hall kepada Tim Gugus Covid19 Jawa tengah dan Polda Jateng. Hal itu agar nantinya dalam saat digunakan lagi untuk umum dapat sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

"Pertimbangan dibukanya kembali convention hall setelah diberlakukan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB), yang berarti secara perlahan semua aktivitas di masyarakat harus ikut pula bergerak menuju era normal yang sesungguhnya," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (17/8).

Menurutnya, masyarakat harus melaksanakan dan membiasakan kehidupan normal dengan protokol kesehatan ketat. Hal itu karena belum ada yang tahu sampai kapan akan berakhir Pandemi Covid-19. Menurutnya cara untuk menghadapi Covid-19 yakni dengan jangan paranoid serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Nantinya akan terseleksi di mata Allah mana yang mukmin sejati dan yang kuat imannya dengan yang tidak. Akan terseleksi siapa yang selalu kuat imannya yang selalu ingat kepada Allah dalam keadaan Apapun juga. Selalu khouf dan roja’,” tegasnya.

Menurutnya akibat pandemi ini, juga membuat kondisi keuangan MAJT mengalami kondisi yang sangat menipis. Hal itu karena sejak pandemi Covid19 melanda, keuangan MAJT menipis karena tanpa pendapatan. Dalam sebulan biasanya meraih pendapatan di atas 1 miliar dan pengeluaran mencapai 600 juta.

" Meskipun sejak awal pandemi sudah diberlakukan efisiensi atau penghematan di semua lini, namun keuangan akan menyusut cepat karena belum ada pemasukan kecuali infak jumat yang jumlahnya relatif kecil. Tenaga parkir dan separoh tenaga kebersihan juga ditangani karyawan sendiri hingga menghemat pengeluaran yang lumayan. Bila tidak bergerakan untuk menghasilkan dana maka dikhawatirkan di akhir tahun 2020 akan sulit untuk memprediksi kondisi MAJT. Disisi lain MAJT berusaha tidak mem-PHK karyawan sebanyak 150 orang, ” tegasnya.

Dalam kesempatan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, pihaknya mengadakan istighosah yang yang dipimpin Pengasuh Ponpes Addainuriyah, Sendangguwo, Semarang, KH Dzikron Abdullah diikuti segenap pengurus dan karyawan-karyawati MAJT. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan mushaf Al-Quran tulisan tangan ukuran jumbo. Mushaf yang dimiliki Istajib, merupakan tulisan KH Masrur, Rembang yang dibuat mulai 1957-1962.Nantinya sumbangan ini akan dimasukkan ke Museum Perkembangan Islam Nusantara sebagai koleksi museum tersebut. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved