Berita Jateng
Perpustakaan Digital Belum Sepenuhnya Diakses Pelajar Tingkat SMA
Di tengah pandemi Covid-19 perpustakaan digital sangat dibutuhkan untuk menambah ilmu para pelajar.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah pandemi Covid-19 perpustakaan digital sangat dibutuhkan untuk menambah ilmu para pelajar.
Namun perkembangan digital yang juga merambah ke perpustakaan belum sepenuhnya diakses oleh pelajar tingkat SMA.
Beberapa pelajar menyatakan jarang berkunjung ke laman perpustakaan digital di tengah pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
• Kisah Mbah Khotim Sampai ke Telinga Jokowi, Ajudan Pribadi Presiden Turun Langsung Bawa Bantuan
• Pakaian Adat Suku Tidung Kaltara di Pecahan Rp 75 Ribu Disebut Adat China, Netizen Ini Dibully
• Pesta Pernikahan Jadi Ajang Pembantaian, 63 Tewas, Pasangan Ini Kisahkan Serangan ISIS Setahun Lalu
• Tak Hanya Ucapkan Selamat HUT Ke-75, Pemimpin Korut Kim Jong Un juga Puji Indonesia Setinggi Langit
Akses buku digital pun didapat para pelajar dari pengajar dengan cara berbagi buku berformat Portable Document Format (PDF)
lewat aplikasi chatting.
Dikatakan Senja siswa kelas XI SMKN 8 Surakarta, ia sering mendapatkan buku digital dari gurunya.
"Kalau berkunjung ke laman perpustakaan digital secara langsung tidak pernah, seringnya dapat buku dari guru yang dibagikan lewat aplikasi chatting," paparnya saat ditemui Tribunjateng.com, di Kota Semarang, Senin (17/8/2020).
Dilanjutkan Senja, ia lebih sering mengakses novel digital lewat aplikasi yang bisa diunduh melalui smartphone.
"Kalau novel saya sering mengunduhnya lewat aplikasi yang ada di smartphone, tapi kalau buku pelajaran tidak pernah," tuturnya.
Senada dengan Senja, Riska Ayu Maharani, siswi kelas XI di SMAN 7 Semarang, juga tak pernah mengunjungi laman perpustakaan digital.
"Hampir semua materi pelajaran disampaikan guru lewat online, termasuk buku yang harus dipelajari. Biasanya buku tersebut dibagikan dalam bentuk PDF," ucapnya.
Dijelaskannya, buku digital yang dibagikan oleh pengajar di sekolahnya beragam.
"Kadang buku mata pelajaran, kadang juga buku wirausaha atau bisnis, tergantung materi yang diajarkan saat pembelajaran online," katanya.
Ditambahkannya, di tengah pandemi Covid-19 buku digital yang dibagikan sangat bermanfaat.
"Kan sekolah belum dibuka, jadi belajarnya di rumah dan bacanya ya buku digital.
Tapi kalau berkunjung ke perpustakaan digital saya tidak pernah, bahkan saya tidak tahu alamat situsnya apa," tambahnya. (bud)
• Bupati Banyumas Achmad Husein Serahkan Simbolis Remisi kepada 426 Napi di LP Kelas II A Purwokerto
• 1,3 Juta Lembar Uang Baru Pecahan Rp 75 Ribu Siap Edar di Wilayah Pantura Barat Jawa Tengah
• Simulasi Pembukaan Objek Wisata Guci Tegal Tahap 4, Hanya Warga dari 3 Provinsi Ini yang Dibolehkan
• 36 Warga Binaan Rutan Salatiga Dapat Remisi, dari 1 hingga 5 Bulan Potongan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/di-tengah-pandemi-covid-19-perpustakaan-jawa-tengah-yang-ada-di.jpg)