Breaking News:

Dinkop UKM Jateng Dorong Perajin Kain Bisa Buat Pakaian Jadi

Dinkop UKM Jawa tengah membidik kawasan penghasil kain di Jawa Tengah untuk menjadi sentra fashion.

Tribun Jateng/ Mamdukh Adi Priyanto
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop-UMKM) Provinsi Jateng, Ema Rachmawati 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Koperasi dan UKM ( DinkopUKM) Jawa tengah membidik kawasan penghasil kain di Jawa Tengah untuk menjadi sentra fashion. Hal itu karena saat ini minat masyarakat untuk membeli pakaian jadi lebih tinggi ketimbang dengan membeli kain.

Kepala Dinkop UKM Jateng, Ema Rachmawati mengatakan dari hasil pameran fashion di luar Jawa tengah beberapa waktu yang lalu menunjukan bahwa masyarakat lebih meminati membeli pakaian jadi.

Hal itu karena memakai pakaian jadi lebih praktis dibandingkan membeli kain yang harus menjahit terlebih dulu. Bahkan saat ini desain dari pakaian-pakaian yang dipamerkan sudah sangat bagus sehingga menarik minat beli masyarakat.

"Sebagai contoh sekarang konsumen kalau beli kain batik, troso dan lainnya jika mau digunakan untuk menjadi pakaian harus menjahitkan dulu. Mereka lebih milih beli baju jadi karena lebih praktis, namun tetap menampilkan kesan kain daerahnya" ujarnya, Selasa (18/8)

Ia menambahkan dengan pakaian jadi maka nilai ekonomis dari kain tersebut mengalami peningkatan. Sehingga menjadi lebih menguntungkan bagi para pengusaha di sentra kain Jawa tengah seperti sentra kain Batik Lasem, Sentra Kain Batik Banyumas, dan sentra kain lainnya di Jawa Tengah.

"Potensi ini sangat bagus, maka dari itu kami mengajak daerah-daerah yang menjadi sentra produksi kain menjadi desain fashion juga. Sehingga tidak hanya Semarang, Solo dan Pekalongan saja yang maju sentra kain dan desain fashionnya saja," tambahnya.

Pihaknya pun tidak hanya sekadar mengajak, namun juga akan membantu mengajari para pengrajin kain menganai cara dan memproduksi pakaian jadi. Agar sedikit demi sedikit dapat memahami desain fashion saat ini. Dengan begitu nantinya para pengrajin bisa mengubah bahan baku tersebut menjadi sebuah produk fashion yang mempunyai ciri khas daerah masing-masing.

"Jadi saat ini tidak hanya menjual kain, tapi kami dorong untuk menjual produk fashion," pungkasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved