Berita Banyumas
Ini Alasan Kegiatan Belajar Mengajar di Banyumas Belum Dibolehkan
Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan jika angka reproduksi virus hari ini di Banyumas masih berada di angka 1,5.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan jika angka reproduksi virus hari ini di Banyumas masih berada di angka 1,5.
"Artinya menurut WHO kalau di atas 1 berarti belum terkendali.
Positivity rate memang rendah di bawah lima.
Namun demikian, kasus positif Covid-19 masih tinggi di Banyumas," ujar Achmad Husein, kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (18/8/2020).
Bupati menambahkan jika kegiatan belajar mengajar (KBM) di Banyumas belum bisa dilakukan secara tatap muka.
Padahal bupati sebelumnya sempat merencanakan tatap muka akan mulai dibuka pada 24 Agustus 2020 mendatang.
"Dari hasil itu belum bisa dilakukan KBM tatap muka, karena angkanya masih cukup tinggi.
Sementara KBM masih sistem daring," tandasnya.
Bupati menuturkan jika KBM tatap muka di Banyumas bisa dibuka kembali dengan syarat jika positivity rate berada di angka 1.
"Paling tidak dua minggu berturut-turut angkanya di bawah satu sekolah sudah bisa tatap muka," pungkasnya.
Bupati mengatakan akan kembali melakukan evaluasi dan rencananya pada Senin depan akan kembali merapatkan terkait KBM di Banyumas. (Tribunbanyumas/jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-banyumas-achmad-husein-saat-ditemui-di-rumah-dinas-bupati-pada-selasa-1882020.jpg)