Breaking News:

Pasca New Normal, Ekspor Non Migas Jateng Mulai Alami Peningkatan

Pasca adanya new normal, ekspor non migas Jateng mulai menunjukkan pertumbuhan, terhitung sejak bulan Juni lalu.

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Disperindag Jateng), Muhammad Arif Sambodo ketika ditemui Tribun Jateng di kantornya, Selasa, (18/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pasca adanya new normal, ekspor non migas Jateng mulai menunjukkan pertumbuhan, terhitung sejak bulan Juni lalu. Hal ini dituturkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Disperindag Jateng), Muhammad Arif Sambodo.

“Awalnya dulu ketika ada pandemi, pada triwulan pertama hingga awal-awal triwulan kedua ekspor Jateng mengalami penurunan sekira 10 persen, utamanya untuk sektor non migas,” tutur Arif kepada Tribun Jateng, Selasa, (18/8/2020).

Lanjutnya, ketika sudah memasuki new normal tepatnya pada bulan Juni, ekspor non migas Jateng sudah kembali menggeliat dengan pertumbuhan 38 persen.

Kini Arif pun melihat untuk kegiatan ekspor di Jateng sudah berangsur-angsur menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Menurutnya hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti adanya beberapa negara yang semula memberlakukan lockdown, namun kini sudah dapat kembali melakukan kegiatan perdagangan. Kemudian juga dipengaruhi dengan dihilangkannya peraturan mengenai pembatasan ekspor, seperti adanya ekspor produk-produk kesehatan yang sudah diperbolehkan.

“Saya optimis untuk kedepan kondisi ekspor di Jateng akan menunjukkan hal yang positif, paling tidak kedepan kondisi ekspor akan kembali seperti sebelum adanya pandemi. Saya kira hal ini sudah sangat baik,” kata Arif.

Adapun untuk beberapa produk unggulan ekspor dari Jateng yang dikatakan Arif sudah kembali menggeliat diantaranya produk tekstil, kayu, dan produk-produk pabrik seperti alas kaki dan pakaian jadi. Dengan tiga negara sasaran ekspor Jateng yakni Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok.

“Realisasinya pada bulan Januari hingga Juni untuk ekspor non migas sudah mencapai US$ 4,060 juta, sedangkan pada semester kedua ini kami memiliki target yakni dapat melampaui US$ 6,000 juta,” imbuh Arif.

Terkait dengan peningkatan ekspor, Disperindag kini juga sedang gencar untuk mendorong dan memperkenalkan para pelaku usaha untuk menjadi eksportir. Kedepannya Disperindag juga akan meresmikan Free Trade Agreement Center (FTA Center) yang berfungsi sebagai pusat pelayanan untuk para eksportir.

“Dengan kondisi ekspor nonmigas Jateng yang kini sudah mulai membaik, para eksportir diharapkan dapat meningkatkan produksinya. Disamping itu dengan adanya FTA Center ini diharapkan kedepan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para eksportir,” tandas Arif. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved