Berita Semarang
Tak Ada Lagi WFH di Pemkot Semarang, Semua ASN Bekerja di Kantor dan Jam Kerja Normal
Jam dan sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang sudah kembali seperti semula.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jam dan sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang sudah kembali seperti semula.
Pemerintah Kota Semarang sudah tidak menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.
Semua pegawai sudah menerapkan tatanan kenormalan baru dengan menjalani sistem kerja work from office (WFO) atau bekerja dari kantor per Selasa (18/8/2020).
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 1 Keluarga Tewas Kecelakaan Ditabrak Kereta Api, Mobil Terpental
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Komplek Makam Bonoloyo Solo
• Ancaman Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri: Tiada Hari Tanpa Razia, 3 Lokasi Diawasi Ketat
• Satu Member Girlgrup Ini Bingung Siapa Ayah Bayi di Kandungannya
Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan, dan Pendidikan (BKPP) Kota Semarang, Litani Satyawati mengatakan, jam kerja ASN sudah kembali normal yakni Senin hingga Kamis jam kerja mulai pukhl 07.00-15.15, sedangkan Jumat 7.00-11.30.
"Kami semua sudah WFO, tdk ada lagi WFH, tapi catatan protokol kesehatan dilaksanakan dg ketat," ucapnya.
Kebijakan ini, kata Litani, diambil guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Namun, bukan berarti Pemkot Semarang mengendorkan pelayanan selama WFH.
Dengan penerapan kembali sistem kerja WFO bagi seluruh pegawai, pihaknya ingin pelayanan bisa semakin efektif.
Lebih lanjut, dia menganjurkan kepada ASN yang merasa kurang sehat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Apabila dirasa perlu melakukan isolasi mandiri, BKPP tentu memberi waktu mereka untuk melakukan isolasi.
"Kami tidak mau pelayanan terhambat.
Terpenting, jaga kesehatan.
Kita ajari masyarakat dan memberi contoh kepada mereka," tambahnya.
Sementara ini, Litani tidak memberlakukan presensi pegawai menggunakan sidik jari.
Presensi dilakukan dengan memondai barcode di masing-masing ponsel pegawai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-badan-kepegawaian-pelatihan-dan-pendidikan-bkpp-kota-semarang-litani-satyawati-eyf.jpg)