Breaking News
Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

411 Anggota Bawaslu Kabupaten Semarang Rapid Tes Serentak, Ini Hasilnya

Sebanyak 411 anggota jajaran pengawas dan staf Bawaslu Kabupaten Semarang menjalani rapid tes.

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muh radlis
IST
411 anggota Bawaslu Kabupaten Semarang jalani rapid test, di beberapa puskesmas di Kabupaten Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sebanyak 411 anggota jajaran pengawas dan staf Bawaslu Kabupaten Semarang menjalani rapid tes.

Dari rapid tes yang dilakukan, hasilnya semya non reaktif.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkhis, saat dihubungi, Kamis (20/8/2020) mengatakan, rapid tes tersebut bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Semarang.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kecelakaan Adu Banteng Motor Vario Vs Beat di Pekalongan, 1 Tewas

Inilah Sosok Aiptu Broto Polisi Restabes Semarang yang Mendermakan Diri Sebagai Sopir Ambulans

Promo Gila-gilaan Wuling di Bulan Agustus 2020

Kronologi Kecelakaan Maut Tasikmalaya, Belasan Korban Bergelimpangan Puluhan Anjing Berlarian

"Ada empat puskesmas yang dibagi berdasarkan teritori terdekat para anggota," katanya.

Ia mengatakan, 411 anggota Bawaslu Kabupaten Semarang yang menjalani rapid tes sejak Rabu (19/8/2020) itu terdiri dari 235 anggota Panwaslu Kelurahan/Desa, 95 orang sekretariat Panwaslu kecamatan, serta pimpinan dan staf Bawaslu Kabupaten Semarang.

"Empat puskesmas itu di antaranya puskesmas Tengaran, Ambarawa, Pabelan, dan Ungaran," kata dia.

Ia menjelaskan rapid test itu menindaklanjuti perintah Bawaslu RI bahwa seluruh jajaran pengawas Pemilu perlu melakukan rapid test sebelum turun ke lapangan mengawasi pelaksanaan Pilkada Kabupaten Semarang 2020.

"Agar masyarakat juga merasa nyaman saat anggota Bawaslu berada di daerahnya saat melakukan pengawasan," ungkap dia.

Talkhis juga menjelaskan pihaknya segera melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif ke warga Kabupaten Semarang.

Talkhis menjelaskan, sosialisasi tersebut dimulai akhir pekan ini di desa-desa di Kabupaten Semarang yang tak masuk zona risiko tinggi corona.

"Rencana di Desa Susukan Ungaran Timur dan di Tuntang Kabupaten Semarang," paparnya.

Dalam sosialisasi itu nantinya, ia menjelaskan, warga diminta memberikan informasi ke Bawaslu Kabupaten Semarang apabila ada dugaan pelanggaran yang terjadi jelang Pilkada Kabupaten Semarang tahun ini.

"Untuk menggelar itu kami juga harus memaksimalkan protokol kesehatan di antaranya menggunakan masker, jaga jarak, dan lain-lain," paparnya. (Ahm)

Warga Nongkosawit Gelar Bedah Buku Perdana Seni, Konteks, Kampung dan Kota

Knowledge Festival 2020 Unika Soegijapranata, Ajang Dosen Tampilkan Karya Pembelajaran Terbaik

Begini Cara Napi Lapas Kedungpane Semarang Peringati Tahun Baru Islam

Polisi Persilahkan Korban dan Terduga Pelaku Bullying di Alun-alun Kidul Pasar Kliwon Solo Mediasi

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved