Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Warga Nongkosawit Gelar Bedah Buku Perdana Seni, Konteks, Kampung dan Kota

Warga Nongkosawit Kecamatan Gunungpati, bersama beberapa stakeholder melakukan bedah buku perdana ‘Seni, Konteks, Kampung, dan Kota’ terbitan Kolektif

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
IST
Warga Nongkosawit bersama beberapa pihak melakukan bedah buku perdana ‘Seni, Konteks, Kampung, dan Kota’ terbitan Kolektif Hyteria di Omah Pang, Nongkosawit, Gununpati, Semarang, Selasa (18/8/202) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Nongkosawit Kecamatan Gunungpati, bersama beberapa stakeholder melakukan bedah buku perdana ‘Seni, Konteks, Kampung, dan Kota’ terbitan Kolektif Hyteria di Omah Pang, Nongkosawit, Gununpati, Semarang, Selasa (18/8/202) lalu.

Meskipun dalam serba keterbatasan karena pandemi, diskusi berjalan gayeng. Bedah buku ini dihadiri para pembicara yakni antara lain Sekretaris Dinas Kepemudaan Dan Olahraga, Giarsito Sapto Putratmo; Kabid Kesenian Disbudpar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan; Ketua Kelompok Sadar Wisata Nongkosawit, Warsono, Bendahara Karang Taruna Kota Semarang, Heni; Direktur Hysteria, Adin, dan dan Kabid Ekonomi Bappeda Semarang, Pitoyo.

Sebelum diskusi, seorang seniman Kota Semarang, Bowo Kajangan, bersama warga Nongkosawit melakukan performance art.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kecelakaan Adu Banteng Motor Vario Vs Beat di Pekalongan, 1 Tewas

Inilah Sosok Aiptu Broto Polisi Restabes Semarang yang Mendermakan Diri Sebagai Sopir Ambulans

Promo Gila-gilaan Wuling di Bulan Agustus 2020

Kronologi Kecelakaan Maut Tasikmalaya, Belasan Korban Bergelimpangan Puluhan Anjing Berlarian

Menyikapi keadaan pandemi di mana berita simpang siur dan kecenderungan saling menyalahkan, Bowo bermaksud meruwat kondisi dengan laku kesenian.

Bowo berjalan diiringi warga sambil memikul instalasi tiruan virus covid 19 dari kertas dari Omah Pang menuju panggung diskusi.

Ia berkeliling dan menembangkan lagu-lagu jawa dan diakhiri dengan membakar bola corona itu sampai tatas.

“Ini merupakan wujud kepedulian sekaligus keprihatinan terhadap kondisi saat ini apalagi sektor wisata,” kata Warsono sebagai salah satu seniman yang terlibat, dalam rilis tertulis yang diterima Tribun Jateng, Kamis (20/8/2020).

Seperti diketahui sektor pariwisata mendapatkan pukulan hebat dalam pandemi ini. Nongkosawit yang merupakan desa wisata melalui SK Walikota Semarang Nomor 556/407 2012 lalu juga terkena dampaknya.

Program yang disusun oleh Pokdarwis dan Kelurahan Nongkosawit terpaksa terhenti sama sekali.

Lurah Nongkosawit, Al Khoiri berharap, bedah buku ini menjadi penanda awal bagi denyut lagi kegiatan kepariwisataan di desanya.

“Rasan-rasannya dengan pihak Hysteria sudah sejak tahun lalu namun menunggu bukunya siap apalagi ini buku pertama tentang desa kami," katanya.

Bukunya sendiri ditulis dengan dua bahasa dengan mayoritas konten tentang cerita keseharian dan sejarah lisan di Nongkosawit.

Sekretaris Dinas Kepemudaan Dan Olahraga, Giarsito Sapto menyambut baik hadirnya buku ini karena bermuatan lokal kuat dan itu kekuatan budaya kita di dunia internasional.

Sementara, Kabid Kesenian Disbudpar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan berharap makin banyak kegiatan seperti ini di Kota Semarang sehingga bisa mengangkat citra kota.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama untuk turut serta memajukan kegiatan kepariwisataan di Nongkosawit ke depan. (eyf)

Knowledge Festival 2020 Unika Soegijapranata, Ajang Dosen Tampilkan Karya Pembelajaran Terbaik

Begini Cara Napi Lapas Kedungpane Semarang Peringati Tahun Baru Islam

Polisi Persilahkan Korban dan Terduga Pelaku Bullying di Alun-alun Kidul Pasar Kliwon Solo Mediasi

Pasukan Dewa Kalahkan Xavier Semarang dalam Turnamen Kemerdekaan Mobile Legends

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved