Libur Panjang, Warga Berbondong-bondong Pergi Naik Kereta
Banyaknya libur panjang di Bulan Agustus, membuat jumlah penumpang kereta mengalami lonjakan.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyaknya libur panjang di Bulan Agustus, membuat jumlah penumpang kereta mengalami lonjakan. Meski saat ini Indonesia masih dirundung pandemi Covid-19, tidak menyurutkan minat masyarakat untuk bepergian pada liburan. Seperti pada masa libur panjang dari tanggal 19 sampai 23 Agustus ini, banyak warga yang menaiki kereta untuk sekadar liburan bersama keluarga.
Salah satu warga yang melakukan perjalanan liburan yakni Dayat warga Grobogan. Pada perjalanan liburan ini, Ia mengajak anak dan dua anaknya untuk melakukan perjalanan wisata ke Semarang menggunakan kereta Api. Agar semakin efektif waktunya yang digunakan, Ia sudah menentukan lokasi-lokasi yang dikunjungi di Kota Semarang.
"Ya sekadar main-main di Kota Semarang. Ini kami mau pulang ke Ngrombo, pakai kereta Kedungsepur," ujarnya saat ditemui pada Jumat (21/8).
Selama perjalanan ia pun memastikan ia dan keluarganya dalam kondisi sehat dan siap untuk melakukan perjalanan. Masker dan perlengkapan kesehatan lainnya tak lupa dipersiapkan agar aman dari virus dan penyakit.
"Ada rasa takut, namun selama kami menjaga kebersihan,mengenakan masker dan menjaga jarak saya pikir tidak masalah, " ujarnya.
Sementara itu, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro mengatakan pihaknya sendiri telah menambah perjalan kereta selama libur panjang yakni dari tanggal 19 Agustus sampai 23 Agustus. Kereta yang ditambah perjalannya yakni Ka Argo Muria, Argo Sindoro, Ciremai, Blora Jaya dan Ambarawa Expres. Hal itu dikarenakan Minat warga bepergian menggunakan kereta yang meningkat pada libur panjang.
"Selama libur panjang Agustus ini, okupansi penumpang mengalami peningkatan. Terlebih pada hari terakhir libur panjang yakni pada tanggal 23. Tiket yang sudah banyak yang dipesan membuat okupansi mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yakni di atas 90 persen tiap perjalanan kereta," katanya
Menurutnya dibandingkan pada saat sebelum liburan masih sangat minim. Yakni dibawah 50 persen dari 70 persen total kursi yang tersedia. Bahkan tiket yang saat ini sudah terjual untuk perjalanan pascar liburan juga masih sangat minim.
"Kami tetap menerapkan protokol kesehatan selama perjalanan, tak hanya pada penumpang, para petugas pun kami juga wajibkan mengikuti protokol kesehatan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/krisbiyantoro.jpg)