Berita Dieng
Pengelola Basecamp Prau Dieng Keberatan Ada Syarat Rapid Test Bagi Pendaki
Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengeluarkan kebijakan baru bagi wisatawan luar kota yang berkunjung ke Wonosobo.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengeluarkan kebijakan baru bagi wisatawan luar kota yang berkunjung ke Wonosobo.
Mereka yang sebelumnya hanya cukup membawa surat keterangan sehat, kini wajib menyertakan hasil rapid test non reactive.
Kebijakan ini rupanya masih mengganjal bagi pengelola basecamp pendakian gunung di Wonosobo.
• Biadab, Rombongan Klitih di Jombor Yogyakarta Buru Korbannya Sabetkan Sajam Berulang-ulang
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Bayi Karanganyar Tewas Tercebur Sumur Saat Dimandikan Orangtuanya
• Kisah Dwi Apri Polwan Cantik Polda Jateng Bisnis Stand Pot, Raup Jutaan Rupiah Dalam Seminggu
• Mobil Kijang Berpelat Nomor yang Halangi Ambulans Sudah Ketemu, tapi Muncul Masalah Baru
Pengelola basecamp pendakian Gunung Prau Dieng via Patakbanteng Kejajar Misyadi mengatakan, ia dan pengelola basecamp lain telah berkoordinasi untuk menyikapi keputusan Pemkab tersebut.
Sampai saat ini, pihaknya masih membuka jalur pendakian seperti biasa.
Dari hasil koordinasi pihaknya, kata dia, pihak basecamp masih mengacu pada kebijakan semula, yakni mewajibkan pendaki membawa surat keterangan sehat dari daerah asal.
Tetapi akan lebih baik jika pendaki membawa hasil rapid test.
"Tadi sudah pertemuan intinya, jika pakai surat sehat bisa, jika ada yang pakai rapid test bagus,"katanya, Jumat (21/8)
Misyadi mengatakan, rata-rata pendaki akan keberatan jika mereka diwajibkan menyertakan hasil rapid test.
Petugas juga dinilainya akan kerepotan melayani rapid test pendaki, terutama saat akhir pekan atau hari libur yang mencapai ribuan orang.
Ia menilai kebijakan yang selama ini berjalan, yakni wajib membawa surat sehat bagi pendaki sudah tepat. Misyadi menyadari adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Wonosobo.
Namun ia menyebut penambahan kasus itu bukan dari pendaki, melainkan dari klaster lain, yakni orang yang pulang dari luar kota.
"Kenapa harus pendakian yang harus ada rapid test, sedangkan yang kena Covid 19 bukan dari pendaki,"katanya
Misyadi mengatakan, semenjak aktivitas pendakian dibuka, perekonomian masyarakat sekitar yang sempat terpuruk karena pandemi mulai bangkit.
Ia khawatir, kebijakan ini akan kembali melumpuhkan perekonomian masyarakat yang bergantung dari aktivitas pendakian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gerbang-masuk-kawasan-wisata-dieng-plateau-wonosobo.jpg)