Berita Regional

Sebelum Subuh, Eko Driver Ojol Yogyakarta Ciut Nyali Lihat Pelaku Klitih Bawa Parang Kejar Pemotor

Aksi klitih atau kejahatan jalanan dengan motif yang tidak jelas diduga masih berkeliaran di Yogyakarta.

Editor: galih permadi
Via Tribunjogja
Ilustrasi Pembacokan 

Hal itu untuk menjamin keselamatan masyarakat.

Jika angka kasus meningkat, pihaknya akan lebih tegas dalam menyelidiki kasus.

"Kami minta pada petugas, agar melakukan pengawasan di tempat-tempat yang sepi. Karena daerah yang sepi memang rawan kejahatan. Kami selalu tegas, kalau ada pelaku yang tertangkap langsung kami proses,"ujarnya.

Pelaku kekerasan jalanan, lanjutnya, biasanya di usia pelajar, dari SMP higga SMA.

Namun setiap kasus kekerasan tidak bisa digenerasir.

Pihaknya harus melakukan penyelidikan dan mengungkap setiap kasusnya.

"Untuk kasus yang terjadi di sekitar Jombor, tidak bisa digeneralisir. Tidak bisa kemudian disimpulkan itu adalah pelajar. Memang selama ini pelaku kekerasan jalanan usianya pelajar SMP sampai SMA. tetapi kan ini belum ketahuan siapa pelakunya," lanjutnya.

Kabid Humas Polda DIY mengimbau masyarakat untuk terus berhati-hati dan waspada saat bepergian.

Ia pun menyarankan agar tidak bepergian seorang diri di malam hari.

Ditemui di IGD RSA UGM, Agung menceritakan klitih menimpanya dalam perjalanan pulang dari kantor di Jambon menuju Condongcatur.

Di perempatan Kronggahan, dia melihat rombongan bermotor dari arah selatan ke timur berjalan di jalur cepat Ring Road.

Melihat hal itu, dia merasa tenang kemudian mengikuti melalui jalur lambat.

Tak disangka, dari arah belakang ada pemotor melaju sembari menyabetkan senjata tajam ke tubuh Agung.

"Kena ini, pikirku dalam hati.

Ternyata rombongan di depan yang lewat jalur cepat tadi udah nyegat pakai senjata tajam juga.

Enggak tahu parang, celurit, atau apa," ujar pria ini sembari terbaring di bed IGD.

Merasa terdesak, Agung kemudian memutuskan lari meninggalkan sepeda motornya menuju ke selatan Ring Road.

Ternyata rombongan tersebut mengejar, mereka berulang kali menyabetkan senjata ke tubuhnya.

Dia sempat sembunyi di balik pagar sebuah bangunan tapi penyerang tetap memburu.

Pada momentum itulah Agung merasakan berkali-kali senjata tajam mendarat di tubuhnya.

Ketika hendak kabur dari balik pagar, rombongan terpisah sudah mengadang di depan.

Sambil berteriak minta tolong, Agung berusaha mempertahankan diri dan berupaya agar tidak ditusuk atau disabet bagian kepalanya.

"Wah, lewat ini," pikirnya melihat keadaan yang semakin tak terkendali.

Dia tak melihat wajah para penyerang karena mereka menggunakan masker dan helm.

Cucuran darah sudah membasahi badan Agung.

Bahkan ketika perutnya ditekan menggunakan tangan, darah segar mengalir deras.

Horor pagi buta itu berakhir ketika ada warga yang menghalau para penyerang menggunakan tongkat.

Hingga akhirnya Agung dilarikan ke RSA UGM untuk mendapatkan perawatan.

"Warga nolong itu saya kira kelompok mereka juga awalnya.

Saya udah pasrah.

Ternyata mereka menolong," ucap Agung. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Drama Dua Remaja Terduga Klitih Kejar Pemotor di Jalan A.M Sangaji Yogyakarta

Sirkuit Red Bull Ring Austria Makan Korban Lagi Motor Vinales Jatuh dan Terbakar, Redflag Dikibarkan

Mbah Aisyah Rela Jadi Pemulung Belasan Tahun Demi Cukupi Kebutuhan Suami Lumpuh

Video Kecelakaan Mengerikan Maverick Vinales MotoGP Seri Styria, Motor Terbakar Redflag Dikibarkan

Klasemen MotoGP 2020 setelah Seri Styria, Quartararo di Ujung Kudeta, KTM dan Suzuki Digdaya

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved