Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gurihnya Bubur Blendrang Khas Muntilan Bikin Nagih

Di Solo dan Semarang tulang kambing atau sapi dimasak menjadi menu istimewa Tengkleng, maka di Magelang ada juga semacamnya.

Tayang:
Editor: iswidodo
tribunjateng/mahasiswa UIN Magang
Bubur Blendrang khas Muntilan di Jalan Kyai Raden Santri, Gunungpring Muntilan, Kabupaten Magelang. 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Jika di Solo dan Semarang tulang kambing atau sapi dimasak menjadi menu istimewa Tengkleng, maka di Magelang ada juga semacamnya. Tapi bukan menjadi tengkleng, tulang kambing itu dimasak bersama bubur, kemudina menjadi kuliner spesial namanya Blendrang.

Blendrang yaitu bubur tulang khas Muntilan Kabupaten Magelang. Rasanya pedas, gurih dan khas bubur. Temukan bubur blendrang khas Muntilan di warung Bubur Blendrang Anugrah milik Isroyah (68). Lokasi berada di Jalan Kyai Raden Santri, Gunungpring Muntilan, Kabupaten Magelang.

Warung ini sudah buka sejak tahun 2000. Berawal dari mencoba resep warisan, Bu Isroyah memutuskan untuk membuka warung blendrang. Khusus blendrang Muntilan ini, bubur dicampur tulang ayam atau tulang kambing. Tentu yang masih ada dagingnya.

Menurut Bu Isroyah, dulu bubur ini menggunakan campuran tahu dan tempe. Namun sekarang lebih digandrungi dicampur tulang ayam atau tulang kambing. Konon Bubur Blendrang sudah ada sejak zaman perang Diponegoro. Blendrang bubur bersantan ini bisa dipanaskan berkali-kali hingga agak kental.

Diterangkan oleh Isroyah, bahan bubur blendrang menggunakan tepung terigu, bawang putih, jahe, kencur, cabai, garam dan tulang yang masih ada sisa dagingnya. Adapun cara memasak, sediakan dua panci yang berbeda, satu panci untuk merebus tulang dan panci satunya untuk membuat bubur. Pertama-tama rebus tulang yang masih ada sisa dagingnya. Selanjutnya, siapkan bumbu kecuali cabai untuk dihaluskan, namun tidak sampai benar-benar halus.

"Setelah bumbu dihaluskan, masukkan bumbu dan potongan cabai ke dalam air mendidih. Lalu, adonan gandum dan tulang-tulang ayam atau kambing dimasukkan ke dalamnya. Tunggu adonan bubur mendidih dan siap untuk disajikan," terangnya.

Gurih dan rasa khas bubur blendrang dipengaruhi oleh lama masaknya, besar kecil api tungkunya, serta bahan bakarnya. Lebih sedap jika dimasak menggunakan tungku kayu.

Kata Bu Isroyah, awalnya bubur blendrang lebih kental seperti bubur sumsum. Namun sekarang tidak sekental itu. Bubur Blendrang tanpa bahan pengawet. Satu porsi hanya Rp 5.000 saja. Bisa dibungkus pakai daun pisang dan kertas, tahan seharian. Jika jalan-jalan ke Magelang silakan mencoba kuliner ini, Bubur Blendrang. (Mahasiswa UIN Walisongo Magang Jurnalistik di Tribunjateng.com/Faricha Azizah, Naghma Rangela L).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved