Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Aspal dan Paving Block Kampung Sriyatno Kocar-kacir Diterjang Banjir 

SEDIKITNYA 60 jiwa di Kampung Sriyatno, Purwoyoso, Ngaliyan, Kota Semarang terdampak banjir luapan Sungai Silandak.

Tayang:
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Minggu 17 Mei 2026 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sedikitnya 60 jiwa di Kampung Sriyatno RT 02 RW 04, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang terdampak banjir luapan Sungai Silandak, pada Jumat (15/5/2026) malam.

Aspal dan paving block di kawasan tersebut mengelupas, beberapa barang-barang warga juga rusak diterjang banjir bandang sekira beberapa menit di lokasi itu.

Banjir tersebut meninggalkan lumpur yang membuat warga kerepotan.

Pantauan Tribun Jateng, pada Sabtu (16/5/2026), sejumlah warga melakukan kerja bakti.

Banjir yang datang seusai hujan deras sejak Jumat petang itu disebut menjadi yang terparah dalam 10 tahun terakhir di wilayah tersebut.

Lurah Purwoyoso, Agus Riyanto mengatakan, luapan Sungai Silandak menyebabkan air masuk ke permukiman warga hingga setinggi satu meter.

“Kami menerima laporan air masuk ke rumah warga sampai sekitar satu meter. Ini bisa dikatakan yang paling parah dalam 10 tahun terakhir,” ujar Agus, Sabtu.

Menurut Agus, wilayah terdampak tersebar di sejumlah RW, mulai RW 03, RW 04, RW 12, RW 13 hingga RW 14.  

Selain merendam rumah, banjir juga menyebabkan jalan lingkungan rusak, tanggul jebol, serta meninggalkan lumpur dan tumpukan sampah.

“Rata-rata dampak berasal dari luapan Sungai Silandak. Ada jalan ambrol, lumpur, dan sampah yang terbawa arus,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkot bersama tim kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) langsung melakukan penanganan sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. 

Petugas membersihkan material lumpur dan membuka akses jalan yang sebelumnya tak bisa dilalui akibat tergerus banjir.

“Sekarang jalan sudah bisa dilalui lagi. Tadi malam memang sempat tidak bisa dilewati karena rusak terkena luapan air,” jelasnya.

Agus menduga, banjir besar tersebut dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu, termasuk kawasan Ungaran, yang kemudian menyebabkan debit Sungai Silandak meningkat drastis bersamaan dengan hujan deras di wilayah Ngaliyan.

“Dimungkinkan dari wilayah hulu seperti Ungaran terjadi hujan tinggi, lalu di sini juga hujan deras sehingga terjadi luapan luar biasa,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved