Berita Salatiga
Dandim Salatiga Perketat Pengamanan Markas Pasca Penangkapan Teroris di NTB
Merespon rencana penyerangan terduga teroris berinisial ER (20) ke Markas TNI-Polri di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berhasil digagalkan
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Merespon rencana penyerangan terduga teroris berinisial ER (20) ke Markas TNI-Polri di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berhasil digagalkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kodim 0714 Salatiga akan memperketat pengamanan markas.
Komandan Kodim 0714 Salatiga Letkol Inf Loka Jaya Sembada mengatakan jajarannya pasca penangkapan terduga teroris di NTB tersebut diakusi menambah kewaspadaan.
"Kita selaku aparat TNI pasti akan menambah kewaspadaan.
• Duda & Janda Cantik Asal Semarang Digerebek di Kos, Ngaku Pasutri Ternyata Baru Kenal di MiChat
• Celingukan di Depan Toilet Umum, 2 Pria Asal Boyolali Ini Ternyata Hendak Transaksi Narkoba
• Punya Ilmu Kebal, Kasim Sempat Tertawa saat Tubuhnya Tak Mempan Dibacok Andi
• Anggap Angbeen Rishi Tak Matre, Semua Perusahaan Adly Fairuz Diatasnamakan Istri
Standar operasional menghadapi potensi itu kami juga sudah ada.
Lalu adanya kejadian itu sekarang kami lebih meningkatkan," terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2020)
Menurut Letkol Inf Loka Jaya, adanya upaya penyerangan Markas TNI-Polri di NTB tersebut juga akan dikoordinasikan dengan Polres Semarang guna pengamanan wilayah dibawah Kodim 0714 Salatiga.
Ia menambahkan, peristiwa yang bersifat kejadian baik upaya mengarah pada terorisme maupun bencana alam diakui selalu dilakukan koordinasi bersama instansi keamanan terkait.
"Secara internal kami tentu melakukan sesuai prosedur khususnya yang masuk pada lingkungan markas TNI akan diperiksa secara ketat," katanya
Terpisah Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono menyampaikan hal serupa juga dilakukan jajaran kepolisian Polres Semarang merespon upaya penyerangan terduga teroris ke markas Polri.
"Kami sudah lama memperketat pintu masuk ke Polres Semarang.
Terlebih ditengah pandemi virus Corona (Covid-19) ini.
Selain menyangkut protokol kesehatan setiap pengunjung harus meninggalkan identitas di penjagaan," ujarnya
AKBP Gatot menjelaskan, setiap pengunjung yang masuk juga diminta melepas jaket, cek suhu tubuh kemudian sejumlah barang yang turut dibawa.
Pihaknya mengungkapkan, petugas penjagaan masuk Polres Semarang juga dilengkapi dengan senjata.
"Sehingga, apabila ada potensi tindak kriminalitas terlebih mengarah pada serangan terorisme personil kami perintahkan mengambil tindakan tegas," jelasnya
Diketahui, terduga teroris ER (20) nama samaran Egit alias Abu Obak alias Syahrul Ramadhan alias Bolang Guroba bin Safrudin berencana melakukan amaliyah penyerangan, terhadap Mako TNI-Polri bersama kelompok Muhajirin Anshor Tauhid (MAT) pimpinan Abu Haura dan Abu Ashyad alias Wahid Artanto tetapi keburu diciduk Densus 88 Anti-teror Polri. (ris)
• Teliti Budidaya Tanaman Organik, Supriyono Raih Gelar Doktor Ilmu Kesehatan Lingkungan
• Tim PSIS Semarang Swab Tes VVIP, Hasilnya Bisa Diketahui Sehari Kemudian
• Paket Pernikahan The Akad di Star Hotel Semarang, Mulai Rp 6,8 Juta
• Bupati Asip : HUT ke-398 Kabupaten Pekalongan Diharapkan Jadi Ajang Jaga Kerukunan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/komandan-kodim-0714-salatiga-letkol-inf-loka-jaya-sembada-tribunjatengcom.jpg)