Breaking News:

Mbah Ngadisah Bagi Ilmu ke Tetangga Cara Buat Besek Bambu

Mbah Ngadisah meski sudah berusia 75 tahun tetap telaten dan tekun membuat besek, anyaman bambu. Pembuat besek bambu ini tinggal di Desa Banyuringin

tribunjateng/mahasiswa UIN Magang
Mbah Ngadisah meski sudah berusia 75 tahun tetap telaten dan tekun membuat besek, anyaman bambu di Desa Banyuringin, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Mbah Ngadisah meski sudah berusia 75 tahun tetap telaten dan tekun membuat besek, anyaman bambu. Pembuat besek bambu ini tinggal di Desa Banyuringin, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Memang di desa Banyuringin terdapat beberapa rumah usaha UMKM pembuat besek. Kerajinan besek buatan Singorojo Kendal dipasarkan di Semarang, Kaliwungu, Weleri dan Ngaliyan. Menurut Mbah Ngadisah, dia tak bisa menentukan berapa besek dihasilkan dalam sehari karena ini kerja sampingan. Tapi kalau serius ditekuni, Mbah Ngadisah mampu membuat 100an besek dalam sehari.

Banyak buat besek jika pesanan sedang banyak. "Ora nyukupi tapi nguripi," kata Ngadisah, yang memiliki makna bahwa produksi besek tersebut tidak bisa mencukupi namun bisa menghidupi.

Proses pembuatan besek bambu, saat sedang diirat atau dipilah tipis untuk anyaman
Proses pembuatan besek bambu, saat sedang diirat atau dipilah tipis untuk anyaman (tribunjateng/mahasiswa UIN Magang)


Keterampilan dalam membuat besek tersebut, Ngadisah mendapatkan ilmu turun temurun dari keluarga yang ada di kampung halamannya, Yogyakarta. Ketika ia menikah, mereka pindah dan menetap di Kendal. Tidak hanya memproduksi, Ngadisah pun menularkan ilmunya dalam membuat besek ke masyarakat setempat.

Harga besek bambu buatan Mbah Ngadisah masih murah. Ukuran besar hanya Rp 30 ribu berisi 40 unit besek. Sedangkan ukuran sedang cuma Rp 20 ribu, dan ukuran kecil Rp 15 ribu. Sangat murah.

Cara membuat besek, bahan bambu yang sudah tua dipotong dan dibelah kemudian diirat dibuat tipis-tipis. Iratan bambu itu dijemur hingga kering. Supaya pembuatan anyaman bambu untuk besek lebih mudah. Dan hal itu membuat awet besek buatannya.

Ngadisah selektif hanya membuat besek menggunakan iratan bambu kering supaya hasil bagus dan awet. Bambu-bambu itu dipasok dari Desa Banyuringin. Selama ini untuk bahan baku dan barang tidak pernah menjadi hambatan namun yang menjadi hambatan adalah cuaca. Jika musim hujan maka proses pengeringan bambu lebih lama. (Mahasiswa UIN Walisongo Magang Jurnalistik di Tribunjateng.com/Mega Yunira/Peni Dwiyanti)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved