Breaking News:

Yazid Sebut Warga yang Memviralkan Sengketa di Setrojenar Tak Jelas dan Tak Memiliki Lahan

Dugaan perselisihan antara petani Urutsewu dan TNI terjadi di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen.

Istimewa
Bupati Kebumen Yazid Mahfudz di ruang kerjanya 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN- Dugaan perselisihan antara petani Urutsewu dan TNI terjadi di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen.

Video yang beredar terlihat kendaraan TNI memasuki lahan pertanian. Tanaman yang berada di lahan itu rusak.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz mengatakan Pemkab Kebumen telah menyelesaikan masalah petani Urutsewu. Ada beberapa desa yang sertifikat telah diselesaikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Total ada 15 desa. Kemarin data sudah kami serahkan BPN ada lima desa. Insya Allah lima desa lagi dan tinggal lima desa yang belum," ujarnya saat dihubungi tribunbanyumas.com, Kamis (27/8/2020) malam.

Menurutnya, dalam proses tersebut, warga di Setrojenar menolak untuk disertifiktkan. Sementara langkah pensertifikatan yang dilakukan pemerintah kabupaten Kebumen bertujuan agar ada kejelasan kepemilikan.

"Di wilayah itu ada tanah negara yang diperuntukan untuk pertahanan. Masing-masing pihak belum memiliki sertifikat. Pada periode saya minta kedua-duanya untuk duduk bersama musyawarah pensertifikatan," jelas dia.

Bupati Yazid mengatakan TNI telah menyerahkan data untuk diukur oleh BPN. Hal tersebut telah diselesaikan di beberapa desa.

"Setrojenar memang desa yang benar-benar menolak," ujar dia.

Menurutnya, seseorang yang memviralkan masalah tersebut bukanlah masyarakat memiliki lahan di wilayah itu. Mereka hanyalah sebagai provokator.

"Tanah yang ada dalam video itu belum jelas. Makanya mau disertifikatkan. Kalau sudah disertifikatkan kan jelas," ujar dia.

Halaman
123
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved