Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Ini Prakiraan Cuaca Jateng Minggu 30 Agustus 2020, Sejumlah Wilayah Bisa Capai 35 Derajat Celcius

Berikut prakiraan cuaca dan peringatan dini di Jawa Tengah hari ini, Minggu (30/8/2020), dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muh radlis
ISTIMEWA
Logo BMKG - BMKG Yogyakarta keluarkan peringatan potensi cuaca buruk 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut prakiraan cuaca dan peringatan dini di Jawa Tengah hari ini, Minggu (30/8/2020), dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurut Forecaster BMKG Kelas II Ahmad Yani Semarang Arif Nurhidayat, langit pada umumnya diprakirakan cerah-cerah berawan-berawan di hampir seluruh wilayah pada sepanjang hari.

Sementara itu, laman resmi prakiraan cuaca memperlihatkan suhu udara yang berkisar antara 19 dan mencapai 35 derajat Celcius.

Suhu udara terendah mencapai 19-20 derajat Celcius berada di daerah Banjarnegara.

Sedangkan suhu udara tertinggi berada di wilayah Blora, Demak, Jepara, Purwodadi, Rembang dan Semarang yang bisa mencapai 35 derajat Celcius.

Kelembaban udara di seluruh wilayah berkisar antara 40 hingga 95 persen.

BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 1.25 - 2.5 m di wilayah Perairan Utara Jateng dan 4.0 - 6.0 m di wilayah Perairan Selatan Jateng.

Perlu diketahui, wilayah Jawa Tengah sendiri sudah memasuki masa musim kemarau pada Mei 2020 lalu.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan bahwa menjelang dan pada puncak musim kemarau, langit pada umumnya cerah atau hampir tidak ada awan pada sepanjang hari.

Kondisi tersebut menyebabkan energi matahari tidak banyak mengalami halangan untuk masuk permukaan bumi sehingga suhu pada siang hari menjadi terasa lebih hangat.

“Beberapa hari belakangan (langit) hampir tidak ada awan, clear.

Ketika tidak ada perawanan, energi masuk tanpa menghalangi sehingga udara terasa panas dan kering,” ungkapnya ketika dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (26/7/2020) lalu.

Sedangkan, lanjutnya, pada malam hari energi yang diserap akan dilepaskan kembali langit dan bisa berlangsung lebih maksimal karena langit yang cerah.

Dengan begitu udara menjadi terasa lebih dingin dibanding musim sebelumnya.

“Pelepasan energi matahari yang terserap oleh bumi pada malam hingga dini harinya tidak terhalangi awan, itulah kenapa udara menjadi dingin,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved