Breaking News:

Pembelajaran Jarak Jauh

Pemprov Jateng dan Telkomsel Akan Bagikan 700 Ribu Kartu Perdana untuk Pelajar

Pemprov Jateng bekerjasama dengan Telkomsel untuk membagi 700 ribu kartu perdana ke para pelajar.

TRIBUN JATENG
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengikuti seminar virtual nasional bertema sistem pendidikan di tengah pandemi Covid-19, Minggu (30/8/2020) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Guna memenuhi kebutuhan internet pelajar di tengah pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Pemprov Jateng gelar kerjasama dengan Telkomsel.

Kerjasama tersebut akan diwujudkan dalam bentuk kartu perdana yang akan dibagikan ke para pelajar.

Hal itu dipaparkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat menghadiri webinar nasional yang digelar oleh Taruna Merah Putih Jawa Tengah bertema sistem pendidikan di tengah pandemi Covid-19, Minggu (30/8/2020) malam.

Diterangkan Ganjar, Telkomsel akan memberikan 700 ribu kartu perdana untuk mendukung PJJ.

"Setiap kartu perdana berisi 10 GB kuota, dan kami akan bagikan segera mungkin ke para pelajar," paparnya.

Dilanjutkannya, meski mendapatkan ratusan ribu kartu perdana, namun dalam pembagiannya akan dilakukan penyaringan.

"Memang dalam pembagiannya harus difilter, karena tidak semua pelajar kekurangan. Mungkin akan kami fokuskan ke pelajar yang benar-benar membutuhkan," jelasnya dalam seminar virtual yang dihadiri Kemendikbud dan Walikota Semarang tersebut.

Selain kartu perdana untuk mendukung PJJ, pemerintah dan para guru serta sekolah juga melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan sejumlah sekolah dengan meminjamkan gawai, agar pelajar dapat mengikuti PJJ.

"Bahkan ada gerakan
mengumpulkan gawai bekas untuk pelajar, hingga guru mengunjungi rumah siswa. Tindakan tersebut harusnya diapresiasi," tuturnya.

Ditambah Ganjar, semua cara boleh dilaksanakan untuk memenuhi hak pembelajaran pelajar.

"Yang penting adalah perlindungan ke para pelajar. Jadi kesiapan terkait protokol kesehatan wajib dipenuhi," imbuhnya.

Dipaparkan Ganjar, solusi sementara untuk dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19 paling tepat lewat teknologi atau PJJ.

"Meski demikian kami juga berencana melakukan simulasi pembukaan pembelajaran tatap muka. Untuk mempersiapkan hal tersebut, secara terbatas akan kami ijinkan 7 SMA dan SMP menggelar uji coba, terkait lokasi masih dilakukan pembahasan," tambahnya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved