Berita Karanganyar
Perhutani Tegur Komunitas Jeep Bikin Rusak Jalan Pencari Rumput di Lawu: Wajib Tanam Pohon
Asper BKPH Lawu Utara, Widodo menyampaikan, petugas telah melakukan survey ke lokasi yang diduga sebagai lokasi off road.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Solo angkat bicara terkait video yang beredar di media sosial, dimana dalam video itu memperlihatkan jeep masuk ke kawasan hutan di Gunung Lawu.
Asper BKPH Lawu Utara, Widodo menyampaikan, petugas telah melakukan survey ke lokasi yang diduga sebagai lokasi off road.
Diketahui kejadian itu terjadi pada Kamis (27/8/2020).
• Hendi Sebut Ada 5 Kendala Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di Kota Semarang
• Apa Itu Happy Hypoxia Gejala Baru Virus Corona? Ini Jawaban Dokter Moniq
• Jose Mourinho Datangkan Pemain Paling Dibenci ke Tottenham Hotspurs
• Menteri Nadiem Makarim Minta Maaf ke Siesca Siswi SD Magelang, Ada Apa?
Lokasinya berada di Petak 7 RPH Nglerak BKPH Lawu Utara atau wilayah Ngargoyoso.
Pihak Perhutani juga telah melakukan konfirmasi terhadap pengemudi jeep.
Mereka menggunakan jalur yang kerap digunakan warga sekitar untuk keperluan mencari rumput di dalam hutan.
Sehingga ketika dilewati jeep, jalan tersebut mengalami kerusakan.
"Saat ditanya, alasannya untuk membuka wisata."
"Tapi seharusnya izin dulu dilakukan."
"Kemudian dilakukan survey bersama instansi terkait."
"Kemudian aturan-aturan, jalur mana yang boleh dan tidak boleh dilalui."
"Ada batasan, hak dan kewajiban yang harus dipenuhi," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (31/8/2020).
Dia menjelaskan, yang bersangkutan beralasan sudah mendapatkan izin dari Perhutani.
Padahal hingga saat ini belum ada pengajuan izin terkait pembukaan jalur wisata itu.
Lanjut Widodo, sebelumnya dirinya telah memberikan surat yang ditujukan kepada bawahannya atau mantri terkait pengawasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/asper-bkph-lawu-utara-widodo.jpg)