Berita Regional
Tragedi 4 Bocah Keracunan Jajanan Permen Lipstik, 1 Meninggal Dunia
Anak-anak yang menjadi korban keracunan diduga karena makan permen, ternyata bukan 3 orang, tetapi 4 orang di mana seorang di antaranya meninggal dun
TRIBUNJATENG.COM, CIAMIS – Anak-anak yang menjadi korban keracunan diduga karena makan permen, ternyata bukan 3 orang, tetapi 4 orang di mana seorang di antaranya meninggal dunia.
Tiga orang korban masing-masing kakak beradik yakni M Rz (10) (korban meninggal), M Ri (7) dan si bungsu MSH (4), anak pasangan suami isteri Aef Saeful Hidayat (35) dan Ai Yulia (30) warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Sadananya, Ciamis.
Sedangkan seorang lagi adalah bocah asal Tangkil, Cikoneng.
• Sakit Hati Dibangunkan Pakai Kaki dan Disuruh Mengepel, Henik Bunuh Teman Kantor Pakai Pisau
• Info Gempa Malam Ini, Aceh Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5
• Inilah Sosok Happy Hariadi Mantan Istri Laporkan Ayah Atta Halilintar Diduga Terlantarkan Anaknya
• Hotman Paris Izinkan Anaknya Menikah Dengan Nikita Mirzani Tapi Harus Mau Satu Syarat Ini
Korban ini merupakan anak saudara tetangga korban yang ikut orangtuanya berkunjung ke Gunung Sari.
“Mereka berempat sebelum kejadian sempat bermain bersama. Tiga orang kakak beradik dan seorang lagi anak saudara tetangga korban,” ujar Bidan Yussi, bidan Desa Gunung Sari kepada Tribun sewaktu dihubungi Selasa (1/9/2020).
Penyebab pasti kejadian yang dialami ke empat korban menurut Yussi belum diketahui pasti.
Namun yang pasti gejala yang dialami korban adalah muntah berak (muntaber).
“Korban yang mengalami muntaber tersebut 4 orang. Seorang meninggal dan tiga lainnya kondisinya sudah membaik,” katanya.
Tiga orang yang kakak beradik seorang meninggal saat dalam perjalanan ke RSU Ciamis sedangkan kedua adiknya selamat setelah sempat dirawat intensif di RSU Ciamis.
Dan keduanya Selasa siang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.
“Sedangkan seorang korban lagi, yang asal Tangkil Cikoneng sempat di rawat di RS Jasa Kartini Tasikmalaya. Juga sudah pulang dan kondisinya sudah membaik,” ujar Yussi.
Menurut Yussi, Sabtu (29/8/2020) sekitar pukul 14.30 ia sempat berkunjung ke rumah tiga orang kakak beradik yang tinggal bersama orangtuanya untuk memeriksa kondisi korban.
“Hari Sabtu itu sekitar pukul 14.30 saya berkunjung ke rumah pasien, untuk memeriksa. Ketiga anak tersebut masih bisa berkomunikasi. Saya sudah minta kepada orangtua korban untuk segera membawa anaknya ke dokter untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Malamnya kondisi ke-3 kakak beradik tersebut memburuk.
Si sulung, dibawa ke RSU Ciamis pukul 23.30 Sabtu tengah malam dengan menggunakan mobil pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tiga-kakak-beradik-di-ciamis-diduga-keracunan-permen.jpg)