Breaking News:

Persewaan Buku di Jalan S Parman Semarang Itu Kini Sepi Peminat, Wahyu: Sebulan Sekali Orang Datang

Perkembangan teknologi kian tahun menjadi kian canggih dan modern, satu di antara dampak teknologi adalah digitalisasi.

TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Wahyu, pemilik Persewaan Buku Indra yang berada di Jalan S Parman Semarang yang kini bisa dibilang tidak ada peminat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perkembangan teknologi kian tahun menjadi kian canggih dan modern. Satu di antara dampak teknologi adalah adanya digitalisasi.

Satu di antara aspek yang melakukan digitalisasi adalah buku. Banyak buku digital berupa elektronic book (E-Book) banyak tersedia di dunia maya dalam berbagai format.

Adanya digitalisasi buku itu memudahkan pembaca, di lain sisi memberikan dampak kurang menguntungkan bagi persewaan buku.

Satu di antara persewaan buku di Semarang terkena dampaknya. Persewaan buku milik Wahyu yang berada di Jalan S Parman Semarang itu kini bisa dibilang tidak lagi beroperasi.

Persewaan Buku Indra itu kini hampir tidak punya lagi penyewa seperti dua tahun sebelumnya. Di ruko berukuran 2x3 meter itu kini dia manfaatkan untuk memberikan jasa ekspedisi paket, sembari masih ada rak berisi buku koleksinya.

"Sepi sekali. Satu bulan, mungkin hanya sekali orang datang kesini mencari komik. Setelah itu ya selesai, tidak menyewa lagi," ungkapnya kepada Tribun Jateng, Rabu (2/9/2020).

Dia menuturkan, usaha persewaan buku yang dia mulai sejak 2010 itu kalah dengan buku yang dijual secara online.

Selain itu, banyaknya komik atau manga yang bisa diakses secara online menjadi faktor orang tidak lagi tertarik menyewa buku.

"Tidak ada penyewa sejak 2 tahunan ini. Dulu, orang-orang ke sini menyewa komik Indonesia, Gundala. Dulu dicari banyak orang untuk dibaca, sekarang dicari untuk kolektor dengan harga yang mahal," ungkapnya.

Karena sudah tidak ada lagi menyewa, Wahyu menjual sebagian koleksi buku yang dia miliki.

"Saya jual, ada novel roman terjemahan. Komik saya jual Rp 5.000 hingga Rp 10.000, bergantung kondisi bukunya masih bagus atau ndak. Kalau sudah kucel ya pasti murah," terangnya.

Dia menceritakan, awal mula dia buka persewaan buku 10 tahun yang lalu peminatnya lumayan banyak.

"Kini ada manga. Mungkin karena cepat terbit seri lanjutannya, buku akhirnya ketinggalan karena, harus nunggu cetak dan sebagainya," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved