Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

KKN Internasional UIN Walisongo Hidupkan Semangat Belajar Santriwati Maahad Tahfiz Al Husni Malaysia

Suasana penuh semangat dan kehangatan terpancar di Maahad Tahfiz Al Husni, Jeram, Kuala Selangor.

Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
KKN MMK: Semangat menuntut ilmu tampak begitu hidup, ketika para santriwati mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran yang dibimbing langsung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Misi Khusus (MMK) Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo. Selama program berlangsung dari tanggal 8 Juli sampai 3 Agustus 2025, para santriwati mendapatkan pengajaran intensif meliputi fiqih, tauhid, sirah nabawiyah, bahasa Arab, hingga pelatihan keterampilan berpidato dan psikologi. (Dok UIN Walisongo) 

TRIBUNJATENG.COM, MALAYSIA - Suasana penuh semangat dan kehangatan terpancar di Maahad Tahfiz Al Husni, Jeram, Kuala Selangor.

Semangat menuntut ilmu tampak begitu hidup, ketika para santriwati mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran yang dibimbing langsung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Misi Khusus (MMK) Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo.

Selama program berlangsung dari tanggal 8 Juli sampai 3 Agustus 2025, para santriwati mendapatkan pengajaran intensif meliputi fiqih, tauhid, sirah nabawiyah, bahasa Arab, hingga pelatihan keterampilan berpidato dan psikologi.

Program yang berlangsung selama beberapa pekan ini tidak hanya menyajikan materi keagamaan yang mendalam, tetapi juga membekali santriwati dengan keterampilan yang bermanfaat.

Pembelajaran agama dan bahasa menjadi fokus utama dalam kegiatan pengajaran kali ini, karena output yang diharapkan adalah perlombaan Speech, Khitobah dan Quiz Competition yang meliputi empat mata pelajaran tersebut pada akhir masa KKN.

Dalam kelas fiqih, yang diadakan dua kali setiap pekan, para santriwati diajak mendalami bab thaharah (bersuci), pembahasan mendalam tentang haid dan istihadhah, mengenal berbagai macam najis, serta memahami pembagian air menurut hukum Islam.

Sementara itu, pengajaran tauhid yang diajarkan seminggu sekali diarahkan pada penguatan akidah.

Santriwati dikenalkan pada tiga macam tauhid, sifat-sifat wajib, jaiz, dan mustahil bagi Allah serta Rasul-Nya.

Baca juga: UIN Walisongo Raih Baznas Award 2025 sebagai Kampus Mitra Terbaik

Di kelas sirah nabawiyah yang juga digelar sekali setiap minggu pun menjadi momen yang menginspirasi.

Melalui kisah perjalanan hidup Rasulullah SAW, mulai dari kelahiran di Tahun Gajah, perjuangan dakwah di Mekah dan Madinah, hingga wafatnya beliau, para santriwati diajak merenungi keteladanan sang Nabi dalam setiap aspek kehidupan.

Tidak kalah menarik, kelas bahasa Arab menjadi favorit bagi sebagian besar santriwati.

Mereka mempelajari mufrodat atau kosakata sehari-hari, mulai dari nama-nama hewan, anggota tubuh, warna-warna, hingga mahfudzot atau kata-kata mutiara penuh makna.

Pengajaran dilengkapi dengan permainan bahasa, ice breaking menarik, dan nyanyian bersama, sehingga suasana kelas terasa hidup dan menyenangkan.

Selain materi akademik, pelatihan speech dan khitobah juga diadakan untuk membentuk keberanian berbicara di depan umum.

Santriwati dilatih menyampaikan pidato dengan intonasi, artikulasi, dan bahasa tubuh yang tepat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved