Breaking News:

Benang Layang-layang Putus Kerap Jadi Hambatan Pujo Budidaya Burung Hantu di Tlogoweru

Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, memang terkenal dengan penangkaran burung hantu Tyto Alba.

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, memang terkenal dengan penangkaran burung hantu Tyto Alba.

Setiap area pesawahan di desa tersebut terdapat beberapa rumah burung hantu (rubuha).

Ketua Tim Pengembang Burung Hantu Tyto Alba di Desa Tlogoweru, Pujo Arto mengatakan, proses penangkaran berlangsung sejak 2011.

Awalnya, dia mencari informasi cara memberantas hama tikus yang kerap mengganggu petani.

Setelah melakukan penelurusan di googole, dia menemuka informasi di Dusun Munggur, Desa Giriharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, melakukan penangkaran burung hantu untuk mengatasi hama tikus.

"Setelah saya di sana ternyata jenis burung hantunya sama seperti yang di sini," ceritanya saat ditemui Tribunjateng.com, Sabtu, (5/9/2020).

Sebagai awalan, ujar dia, 20 ekor burung Tyto Alba ia rawat. Lambat laun kemudian bisa beranak pinak.

Menurutnya, burung tersebut dalam setahun bisa bertelur 2 kali. Dalam sekali bertelur, bisa mencapai 12 butir telur, tapi yang berhasil menetas 9 butir.

"Burung ini termasuk cepat beranaknya," tambahnya.

Selama 9 tahun melakukan konservasi burung hantu tersebut, ia mengakui banyak sekali hambatan. Mulai dari hambatan yanh disengaka seperti perburuan hingga tidak disengaja seperti tersangkut benang layang-layang.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved