Update Covid-19 Kabupaten Kendal, Total 630 Kasus Rata-rata Penambahan 10 Kasus Tiap Hari
Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Kendal hingga, Kamis (10/9/2020) sebanyak 630 orang.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Kendal hingga, Kamis (10/9/2020) sebanyak 630 orang.
Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan dalam 2 bulan terakhir setelah adanya klaster pasar tradisional, perkantoran dan transmisi lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Moh Toha, mengatakan laju pertumbuhan kasus positif corona di Kendal dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Seperti halnya tidak memakai masker saat bepergian, serta tidak menjaga jarak satu sama lain.
Moh Toha menyebutkan, berdasarkan hitungan matematis, rata-rata pertumbuhan kasus positif corona di Kendal mencapai 10 kasus baru setiap harinya. Meski terkadang mengalami penurunan hingga 5-7 kasus dan mengalami peningkatan 15-20 kasus dalam sehari.
"Rata-rata setiap hari tambah 10 kasus. Kadang lebih sedikit, kadang lebih banyak," terangnya di Kendal.
Dari jumlah total pasien terkonfirmasi covid-19 itu, 490 orang berhasil disembuhkan, 102 pasien menjalani perawatan, dan 38 pasien meninggal.
Berdasarkan peta sebaran Dinas Kesehatan Kendal, semua wilayah kini mengalami zona merah. Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Kaliwungu dengan jumlah 139 kasus, dan terendah di Kecamatan Patean hanya 3 kasus.
Kata Moh Toha, dari total pasien covid-19 yang ada, jumlah ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kendal dirasa masih mencukupi. Terlebih adanya kebijakan untuk pasien positif corona tanpa gejala diperbolehkan isolasi mandiri di rumah tanpa harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Pihak Pemkab Kendal pun terus berupaya menekan laju pertumbuhan ini dengan mensosialisasikan gerakan wajib pakai masker kepada masyarakat.
Dengan bermasker diyakini ampuh dalam meminimalisir penyebaran virus corona dalam situasi dan kondisi apapun.
"Kita coba upayakan semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran covid-19 tanpa lelah. Kita tidak ingin ada klaster baru dengan menyedarkan masyarakat untuk mematuhi terus protokol kesehatan," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-corona-kompas.jpg)