Berita Semarang
Anggarkan Rp1 Miliar untuk Perbaikan Talut Tlogosari, Pemkot Semarang Segera Benahi Secara Bertahap
Ambrolnya talut di sepanjang aliran sungai kawasan Jalan Tlogosari Raya, Kota Semarang, baru-baru ini menjadi perhatian serius.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ambrolnya talut di sepanjang aliran sungai kawasan Jalan Tlogosari Raya, Kota Semarang, baru-baru ini menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Selain dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga, kerusakan tersebut juga dinilai mengancam struktur jalan di jalur yang padat aktivitas dan berdekatan dengan permukiman serta pertokoan.
Baca juga: Detik-detik Mencekam Rumah Pasangan Lansia Dihantam Longsor Talut Setinggi 8 Meter di Ungaran
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto menjelaskan ambrolnya talut dipicu oleh karakteristik struktur tanah di kawasan tersebut.
Menurutnya, kondisi tanah di Telogosari berbeda dengan wilayah lain.
"Talud ambrol itu memang di sana struktur tanahnya beda dengan yang lain. Jadi di bawahnya itu seperti ada lapisan lempung yang kalau kena air dia akan melembek. Kemarin kan hujan deras 2 hari, itu airnya penuh, mungkin di bawahnya ada longsoran.
Nanti akan segera kita tangani biar tidak meleber ke yang lain," kata Suwarto, Rabu (7/1/2026).
Ia mengakui, secara konstruksi talud di lokasi tersebut memang seharusnya diperkuat kembali karena karakter tanah Telogosari yang rawan jika terpapar air dalam waktu lama.
DPU Kota Semarang, kata dia, telah menyiapkan rencana penanganan, meski dilakukan secara bertahap.
"Ya nanti secara bertahap kita lakukan perbaikan. Tapi kan mengingat dengan kondisi fiskal Kota Semarang ini, kita sesuaikan di 2026 ini ya paling nggak sampai 1 m (miliar) untuk penataan, perbaikan-perbaikan lagi di sana," paparnya.
Untuk penanganan sementara, Suwarto menyebut perbaikan akan segera dilakukan setelah kondisi air sungai surut.
Saat ini, kata dia, tingginya muka air sungai masih menjadi kendala untuk melakukan aktivitas perbaikan di lapangan.
"Kalau dia (airnya) masih tinggi kan otomatis tidak bisa melakukan kegiatan apapun di sana. Kalau sudah surut, segera kita tangani," imbuhnya.
Sebelumnya, DPRD Kota Semarang turut menyoroti ambrolnya talud tersebut.
Anggota DPRD Kota Semarang, Ali Umar Dhani mengatakan, kerusakan talud tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Ia meminta Pemerintah Kota Semarang segera mengambil langkah cepat dan terukur guna mencegah risiko yang lebih besar, terutama saat intensitas hujan meningkat.
| Pemkot Semarang Himpun 14 Sapi dan 50 Kambing untuk Kurban Iduladha 1447 H |
|
|---|
| Cegah Anjing Stres, Komunitas Anjing Semarang Rutin Ajak Peliharaan Jalan Sore di Kota Lama |
|
|---|
| Detik-detik Evakuasi Jenazah Nelayan Tenggelam di Semarang, Ditemukan di Dekat Drum Rakitan |
|
|---|
| Dosen PIPS dan MGMP IPS Dorong Penguatan Pendidikan Iklim di Sekolah |
|
|---|
| Cerita Celyna Grace Juara Indonesian Idol 2026 Asal Semarang saat SMA, Aktif di Basket Juga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260107_Kepala-DPU-Kota-Semarang-Suwarto_1.jpg)