Breaking News:

UNS Surakarta

Dosen FISIP UNS Solo Beri Pelatihan Antihoaks untuk Pesantren

Sebanyak 19 peserta dari perwakilan pesantren di Solo Raya mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini digelar di Best Western Solo Baru

ist
Dosen FISIP UNS Berikan Pelatihan Antihoaks untuk Pesantren 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Grup Riset Komunikasi Strategis memberikan pelatihan antihoaks untuk pesantren di Solo Raya.

Dengan mengambil tema `Fact Checking & Digital Hygiene: Penguatan Literasi Digital Pesantren Sebagai Upaya Mewujudkan Masyarakat Cerdas Antihoaks`, pelatihan ini dibiayai hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Ketua PKM, Dr. Andre Rahmanto mengatakan, sebanyak 19 peserta dari perwakilan pesantren di Solo Raya mengikuti pelatihan yang digelar di Best Western Solo Baru pada 29 Agustus 2020.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada pengelola pondok pesantren supaya memiliki kompetensi literasi digital yang lebih baik.

“Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini peserta menjadi lebih kritis, tidak menjadi konsumen maupun produsen hoaks dan segala bentuk disinformasi dan misinformasi. Untuk itu dalam pelatihan ini peserta dilatih menggunakan metode pengecekan kebenaran informasi (fact checking) melalui berbagai tools,” terang Dr. Andre.

Pelatihan diawali dengan penjelasan tentang urgensi literasi digital bagi pesantren serta materi optimalisasi media sosial untuk manajemen pesantren.

Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis fact checking dan digital hygiene.

“Peserta diberikan pelatihan teknis sehingga bisa langsung praktek melakukan pengecekan apakah sebuah informasi hoaks atau bukan. Dengan begitu mereka akan lebih punya kemampuan menyeleksi sebuah informasi,” imbuh Dr. Andre.

Sampai akhir acara, peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi pelatihan dan berkomitmen untuk menerapkan.

Selanjutnya mereka akan menjadi agen literasi digital yang dapat memberikan pemahaman pada lingkungan terdekat.

Selain pelatihan fact checking, kegiatan PKM ini juga akan ditindaklanjuti dengan pembuatan modul literasi digital untuk kalangan pesantren serta pendampingan ke beberapa pesantren.

“Sebanyak 19 peserta dari perwakilan pesantren di Solo Raya mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini digelar di Best Western Solo Baru pada 29 Agustus 2020 dan tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan," tandasnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved