Breaking News:

Berita Purbalingga

Habib Luthfi Contohkan Kerukunan Antarumat Beragama & Suku Ibarat di Warung Makan

Tokoh yang akrab disapa Habib Luthfi mencontohkan persatuan dan kerukunan antar umat beragama maupun suku ibarat di warung makan.

Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko
Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Habib Luthfi bin Yahya, mengisi kegiatan silaturahmi Kebhinekaan digagas Polres dan Kodim 0702 Purbalingga. Kegiatan dimulai Gereja St. Agustinus, Safari Silaturahmi Kebhinekaan dilanjutkan ke Masjid Agung Darussalaam dan Klenteng Hok Tek Bio. 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Kemajemukan bangsa Indonesia, bukan menjadi faktor pudarnya persatuan dan kesatuan.

Hal itulah yang dikatakan oleh Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Habib Luthfi bin Yahya, dalam pidatonya pada acara Silaturrahmi Kebhinekaan di Gereja Santo Agustinus, Purbalingga, Rabu (16/09/2020).

Tokoh yang akrab disapa Habib Luthfi mencontohkan persatuan dan kerukunan antar umat beragama maupun suku ibarat di warung makan.

Berbagai selera pengunjung dan menu yang tersedia bisa disandingkan dalam satu meja.

Polisi Tetapkan Ketua Ormas Tunggal Rahayu Jadi Tersangka Gelar Profesor Palsu

AS akan Mati-matian Cegah Iran Beli Tank China dan Sistem Pertahanan Udara Rusia

" Misal seseorang memesan makan siang dengan lauk udang dan minum es teh. Di meja yang sama ada yang memilih menu ayam goreng dan minum es jeruk. Mereka bisa menikmati makanan dan minuman masing-masing sambil ngobrol, " jelasnya.

Menurutnya, di warung makan tidak pernah terjadi pertengkaran atau perkelahian karena beda selera dan pilihan menu. Demokrasi warung makan itulah bisa menjadi contoh untuk memelihara persatuan dan kerukunan antar umat beragama dan suku.

"Hormati orang lain memilih menu yang berbeda dengan kita. Hormati hak orang memeluk agama yang diyakininya," ujarnya.

Ia menuturkan memudarnya persatuan dan kesatuan bangsa, disebabkan pudarnya rasa ingin memiliki. Hal ini sangat mudah untuk dipecah belah, mudah terpengaruh pada hal-hal sederhana misal berita hoax, saling curiga, dan hilangnya kepedulian.

" Oleh sebab itu tanamkanlah rasa handarbeni, seperti para pendahulu kita, para pahlawan yang telah terbukti bisa mewujudkan bangsa ini, dengan kebersamaan maka menciptakan kekuatan," tukasnya

Sementara itu Komandan Kodim 0702 Purbalingga, Letkol Inf Decky Zulhas, mengatakan kondisi maupun situasi pandemi covid 19 harus tetap mengisi pembangunan serta mempertahankan persatuan dan kesatuan.

" Kita harus lebih maju lagi melangkah mengisi pembangunan serta mempertahankan persatuan dan kesatuan untuk mengatasi hambatan yang kita hadapi, " ujarnya.

Ia menuturkan perbedaan merupakan suatu keniscayaan. Namun lebih indah lagi adalah persamaan.

" Persamaan dalam hal visi, misi, suka cita untuk kemajuan bangsa kita, " pungkasnya.

Silaturahmi Kebhinekaan digagas Polres dan Kodim 0702 Purbalingga. Kegiatan itu dihadiri Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, Kapolres AKBP Muchammad Syafi Maula, Komandan Kodim Letkol Inf Decky Zulhas, dan unsur Forkompimda lainnya.

Kegiatan dimulai Gereja St. Agustinus, Safari Silaturahmi Kebhinekaan dilanjutkan ke Masjid Agung Darussalaam dan Klenteng Hok Tek Bio.(*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved