Breaking News:

Berita Viral

Polisi Tetapkan Ketua Ormas Tunggal Rahayu Jadi Tersangka Gelar Profesor Palsu

Polisi menetapkan Sutarman, pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu sebagai tersangka terkait kebohongan gelar akademik yang disandangnya.

KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG
Ketua Paguyuban Tunggal Rahayu, Sutarman diperiksa jajaran Satreskrim Polres Garut, Kamis (10/09/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Polisi menetapkan Sutarman, pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu sebagai tersangka terkait kebohongan gelar akademik yang disandangnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, pemeriksaan Sutarman dikakukan tadi pagi, dan kini statusnya telah dinaikkan menjadi tersangka.

Hal itu berdasarkan Pasal 93 juncto Pasal 28 ayat 7 UU nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dengan ancaman 10 tahun penjara dan atau pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun.

"Nah, penahanan ini sekarang terkait masalah undang-undang tindak pidana penggunaaan tanpa hak gelar akademik vokasi, ini yang kita fokuskan dulu yang sudah jelas gelar profesor dan sebagainya itu bohong, sehingga itu dinaikkan statusnya tersangka dan dilakukan penahanan," ucap Erdi kepada warawan di Mapolda Jabar, Rabu (16/9/2020).

Terkait pengubahan lambang negara, kata Erdi, hal tersebut masih pendalaman dan melibatkan ahli, serta perlu bukti cukup.

"Ini mungkin ketika alat buktinya cukup akan digunakan pasal yang terpisah. Kemungkinan ada dua pasal, bahkan mungkin lebih, " katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menamakan diri Kandang Wesi Tunggul Rahayu diketahui telah mengubah lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Burung Garuda.

Selain mengubah lambang negara, ormas tersebut mencetak uang sendiri yang digunakan untuk transaksi sesama anggotanya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Garut, Wahyudidjaya mengungkapkan, sebelumnya ia kedatangan perwakilan ormas tersebut yang ingin mencatatkan organisasinya di kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Garut.

Namun, setelah melihat berkas dari organisasi tersebut, ternyata lambang negara burung garuda telah diubah.

Kepala burung garuda dibuat menengok ke depan dan bagian kepalanya dipasangi mahkota. Selain itu, tulisan Bhineka Tunggal Ika ditambahi tulisan “Soenata Logawa”.

“Yang kita soal mengenai gambar garuda. Karena ini sebagai lambang negara dan sudah diatur dalam UU nomor 23 tahun 2009 tentang lambang negara,” jelasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua Ormas yang Ubah Lambang Negara Jadi Tersangka Kebohongan Gelar Akademik"

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved