Berita Semarang
Poles Hutan Wisata Tinjomoyo, Disbudpar Kota Semarang Buat Jalur Tracking
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang memoles kawasan hutan wisata Tinjomoyo.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang memoles kawasan hutan wisata Tinjomoyo.
Upaya ini dilakukan untuk menarik pengunjung berwisata ke ekowisata yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, kawasan seluas 56 hektar tersebut tengah dibangun sarana dan prasarana untuk menunjang pariwisata.
• BREAKING NEWS: Bikin Geger Hendak Sebar Virus Corona di Jerakah Semarang, Satu Keluarga Dievakuasi
• Ardi Bakrie Minta Nia Ramadhani untuk Tak Edit Foto Wajah, Suruh Perawatan
• Orangtua Laeli Pelaku Mutilasi di Kalibata City Ingin Hukuman Putrinya Diringankan
• Arief Poyuono Terlempar dari Waketum Partai Gerindra, Ini Jawaban Sekjen Ahmad Muzani
Anggaran sebesar Rp 3,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) digelontor untuk membangun jalur tracking sepanjang dua kilometer disertai fasilitas pendukung.
"Kami bangun jalur tracking.
Nanti ada penanda arah, pedestrian, toilet, shelter, beserta pos-posnya.
Ada tempat-tempat selfie juga.
Mudah-mudahan tahun ini selesai," kata Iin, sapaan akrabnya, Minggu (20/9/2020).
Dia menyebutkan, ada beberapa segmen yang akan dikembangkan di kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo antara lain gentangan burung, panahan, camping, jalur tracking, dan jalur sepeda.
"Tahun ini kami bangun jalur trackingnya, tahun depan DPU akan membangun jembatan kaca untuk mempercantik kawasan tersebut," tambahnya.
Pasar Semarangan yang sempat eksis beberapa tahun lalu juga akan kembali dihidupkan namun dengan konsep yang berbeda.
Kasi Destinasi Pariwisata, Karis menambahkan, konsep wisata di Hutan Wisata Tinjomoyo lebih menekankan terhadap ekowisata.
Pihaknya telah memberikan pelatihan bagi pemandu ekowisata dan para pelaku kuliner Hutan Wisata Tinjomoyo.
Diharapkan, kedepan kawasan wisata ini bisa lebih ramai.
Tentu, hal ini berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.