Berita Banjarnegar
Siasat Pembudidaya Koi Banjarnegara, Tetap Bertahan di tengah Pandemi
Kolam-kolam ikan Koi warga masih terisi air meski kemarau mencekam. Di dalamnya, ikan-ikan hias bewarna terang berenang-renang
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Dampak pandemi Covid 19 cukup memukul dunia usaha.
Daya beli masyarakat menurun, terutama untuk barang non kebutuhan pokok. Banyak usaha masyarakat yang omsetnya turun tajam, hingga tak jarang bangkrut.
Tetapi di ada saja usaha rakyat yang relatif mampu bertahan di tengah pandemi. Saat banyak usaha lain gulung tikar, usaha ikan Koi di Desa Gumiwang Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara masih bergeliat.
Kolam-kolam ikan Koi warga masih terisi air meski kemarau mencekam. Di dalamnya, ikan-ikan hias bewarna terang berenang-renang.
Di desa ini, ada seratusan pembudidaya maupun pengusaha ikan Koi. Ada yang memelihara koi di kolam dengan instalasi modern, melalui sistem perpompaan dan filter. Sebagian memelihara di kolam terbuka dengan sistem tradisional.
Eko Sugito, satu di antara pengusaha ikan Koi di Desa Gumiwang mengaku pandemi tak begitu berpengaruh terhadap bisnsinya. Di masa pandemi dan dua karyawannya masih sibuk merawat dan menjual ikan Koi ke pelanggan.
"Pandemi gak begitu berpengaruh. Pesanan masih normal,"kata Eko Sugito pemilik Gema Koi, Selasa (22/9)
Eko mengatakan, selama pandemi, permintaan masyarakat terhadap ikan Koi masih stabil. Ia mengaku masih menerima banyak pesanan dari pelanggan di tengah suasana pandemi.
Umumnya Koi yang diminta berukuran antara 15 cm hingga 20 cm.
Ia menduga, tingginya permintaan ikan Koi di masa pandemi karena kecenderungan masyarakat saat ini lebih banyak di rumah mengikuti arahan pemerintah.
Masyarakat berusaha mencari kesibukan di rumah, sekaligus untuk mengusir kesibukan. Di antara cara itu dengan memelihara ikan Koi. Menurut Eko, pelanggannya ada yang membeli untuk sekadar koleksi atau hiburan di rumah. Tetapi ada juga yang untuk kepentingan bisnis, yakni memeliharanya untuk dijual kembali kemudian.
"Mungkin karena di rumah jenuh, terus cari ikan,"katanya
Sayangnya, meski permintaan stabil, tetap saja pandemi membuat bisnisnya sedikit terganggu. Pandemi memengaruhi arus distribusi barang ke luar kota. Akibatnya, ia sempat tak bisa mengirim barang ke luar kota.
Alhasil, ia hanya mampu memenuhi permintaan ikan Koi dari pelanggan di sekitar Banjarnegara atau Jawa Tengah. Terpaksa ia mengirim ikan Koi ke pelanggan dengan sepeda motor sehingga jangkauannya terbatas.
Tetapi kondisi itu tidak berlarut. Memasuki normal baru, sejak Juli atau Agustus lalu, pengiriman barang ke luar kota sudah kembali lancar. Ia pun kini sudah bisa memenuhi permintaan ikan Koi dari luar kota. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/eko-sugito-memberi-makan-ikan-koi-di-kolamnya.jpg)