Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Banyumas Perluas Akses Belajar, Revitalisasi 34 Sekolah hingga Penyediaan Bus Gratis

Bupati Sadewo menegaskan akan tetap berdiri menjadikan Banyumas dan Purwokerto kota pendidikan dan pariwisata. 

TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
REVITALISASI SEKOLAH - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Banyumas bertema di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (25/4/2026). Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan akan tetap berdiri menjadikan Kabupaten Banyumas dan Purwokerto menjadi kota pendidikan dan pariwisata. (TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI) 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Di tengah dorongan industrialisasi di berbagai daerah, Bupati Sadewo Tri Lastiono justru menegaskan akan tetap berdiri menjadikan Kabupaten Banyumas dan Purwokerto kota pendidikan dan pariwisata. 

Pernyataan itu mengemuka dalam peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Banyumas, di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (25/4/2026).

Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta jajaran atas perhatian dan dukungan nyata terhadap pembangunan pendidikan di daerah. 

Baca juga: Banyumas Akan Jadi Kawasan Pangan Terintegrasi

Khususnya melalui program revitalisasi satuan pendidikan.

Ia menegaskan, program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 di Kabupaten Banyumas mencakup 34 satuan pendidikan lintas jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMK. 

Kegiatan difokuskan pada rehabilitasi bangunan, pembangunan ruang baru, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, toilet, dan sarana sanitasi.

Program ini didukung oleh anggaran APBN melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta dilaksanakan secara swakelola oleh panitia pembangunan satuan pendidikan. 

Hal ini memberikan ruang partisipasi luas bagi masyarakat, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja.

Pelaksanaan program tersebut juga mengacu pada Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, serta digitalisasi pembelajaran.

Dengan dasar itu, diharapkan layanan pendidikan menjadi lebih cepat, merata, dan berkeadilan.

Bupati menekankan keterlibatan masyarakat menjadi nilai penting dalam program ini. 

Selain mempercepat pembangunan, partisipasi masyarakat juga meningkatkan rasa memiliki terhadap sekolah, memperkuat tanggung jawab bersama dalam penyelenggaraan pendidikan, serta memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Lebih jauh, keterlibatan tersebut turut membentuk karakter sosial siswa melalui lingkungan yang lebih peduli dan kolaboratif.

Di hadapan Menteri, Bupati juga menegaskan Banyumas tidak bercita-cita menjadi kawasan industri. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved