Virus Corona Jateng

Terkait Kasus Viralnya Chat Ajak Sebar virus Corona, Ini Kata Kriminolog Undip

Kriminolog Universitas Diponegoro (Undip) Nur Rochaeti menyebut, perlu mempelajari aspek kejiwaan pihak yang terlibat dalam chat tersebut

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Image by Robert Pastryk from Pixabay
Ilustrasi pencegahan penyebaran virus corona.(Image by Robert Pastryk from Pixabay.) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terkait kasus menyebarnya isi chat ajakan menyebar virus corona di Kota Semarang, Kriminolog Universitas Diponegoro (Undip) Nur Rochaeti menyebut, perlu mempelajari aspek kejiwaan pihak yang terlibat dalam chat tersebut.

"Kondisi pelaku perlu dipelajari aspek kejiwaan yang mempengaruhi perilaku. Apakah karena ada faktor kelabilan psikologis atau adanya pemicu maupun akumulasi kekecewaan yang beruntun sehingga berakibat pada perilaku kriminal," ujar Nur Rochaeti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2020).

Upaya hukum yang dilakukan, kata dia, dapat berdasarkan kajian kebijakan dalam hukum pidana yang juga dikenal antara lain "penal policy" sebagai usaha yang rasional untuk mengendalikan atau menanggulangi kejahatan.

Artinya bahwa dalam penegakan hukum bukan hanya dengan menerapkan undang-undang melalui peraturan-peraturan hukum pidana yang terdapat unsur substantif, struktur dan kultur masyarakat, namun juga sarana nonpenal atau tindakan.

"Perspektif positifis akan memengaruhi cara pandang tentang penyelesaian kejahatan maupun pelanggaran dengan sarana hukum, namun perlu keseimbangan pemikiran yang bukan sekedar hukum segalanya, ataukah menjadi tujuan akhir yang membahagiakan. Kebenaran untuk dikedepankan dalam pencapaian keadilan bagi semua," kata dia.

Diketahui, beberapa waktu yang lalu isi chat FN dan LS tersebar di media sosial. Dalam percakapannya, terdapat ajakan menyebar virus corona. Diketahui keduanya juga dinyatakan positif Covid-19.

Sementara itu, kuasa hukum FN, Arief Wiranata mengatakan, pihaknya telah melakukan pengaduan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Termasuk, untuk segera memulihkan nama baik dari FN yang dianggap melakukan tindakan provokatif.

"Kami dari tim kuasa hukum FN sudah melakukan pengaduan atau proses hukum ke Ditreskrimsus Polda Jateng. Kami juga telah memohon perlindungan hukum kepada kapolda Jawa Tengah," kata Arief.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved