Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BOOK LOVER

Buku Mimpi Sejuta Dolar Karya Merry Riana Pacu Icha Tekuni Wirausaha di Usia Muda

Icha Patricia amat menyukai buku-buku bertemakan motivasi. Satu di antaranya buku karya Merry Riana

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG
ICHA PATRICIA - BOOK LOVERS 

MEMBACA buku adalah cara bagaimana ia melampiaskan dan meluapkan sesuatu. Bisa dibilang, membaca buku adalah sarana untuk mengusir sejenak kegundahan dan kekalutan yang datang bertubi-tubi. Adalah Icha Patricia yang menjadikan buku sebagai peralihan jika ia sedang diterpa berbagai masalah.

Icha, panggilannya, amat menyukai buku-buku bertemakan motivasi. Buku dari sejumlah penulis motivasi seperti Bob Sadino, Merry Riana, Rhonda Byrne, Norman Vincent Peale, dan masih banyak lainnya telah dikoleksi Icha. Dari semua itu, perempuan berusia 28 tahun ini paling mengena dan berkesan pada buku karya Merry Riana berjudul Mimpi Sejuta Dolar.

Buku tersebut Icha baca pada tahun 2016 lalu. Icha bilang, buku tersebut begitu cukup menggambarkan kondisinya saat tiga tahun lalu, saat ia sedang berada di titik terendah. Membaca Mimpi Sejuta Dollar semacam jadi suplemen baginya untuk bangkit.

"Pokoknya saat itu benar-benar complicated. Kalau diingat lagi, ingin nangis aku. Itu benar-benar sedang terpuruk. Apalagi saat itu, aku single fighter di tanah perantauan. Sejak 2015, aku memang pindah ke Semarang dari Solo. Di sini benar-benar melakukan apapun sendiri. Persis seperti Merry Riana di bukunya yang berjuang sendiri," cerita Icha kepada Tribunjateng.com.

Buku setebal 362 halaman itu memang mengajarkan Icha agar tahan banting dalam situasi apapun. Awal mula Icha tahu buku ini berawal dari rekomendasi temannya. Saat itu, temannya sudah paham dengan kondisi Icha yang sedang galau. Maka dari itu, anak sulung dari tiga bersaudara ini disuruh membaca Mimpi Sejuta Dollar.
Singkat cerita, ia pun membeli buku tersebut. Ya, membeli dan mencari koleksi buku baru memang jadi kebiasaan Icha di saat kalut. Ia pun berhasil merampungkan Mimpi Sejuta Dollar selama kira-kira sebulan. Malam hari adalah waktu favorit ia membaca buku.

"Buku itu jadi semacam alat move on bagi saya. Maka, buku-buku yang saya punya, sebagian besar berangkat dari masalah pribadi. Mimpi Sejuta Dollar sangat meng-impact kehidupan saya. Karena buku ini memicu saya ingin sukses dan membanggakan orangtua di usia muda. Dari buku ini pun memacu saya untuk jadi enterpreneur muda," ungkap pemilik Can Can Thai Tea ini.

Icha melanjutkan, buku ini sendiri mengisahkan sosok penulis yang berjuang meraih kesuksesan di negeri tetangga, Singapura. Merry yang berdarah Tionghoa-Indonesia itu tinggal di Singapura untuk kuliah. Sebenarnya, kata Icha, Merry awalnya tak ada keinginan untuk kuliah di luar negeri. Merry ingin melanjutkan studinya di Universita Trisakti.

Namun, Merry dengan sangat terpaksa harus dikirim orangtuanya ke negeri seberang demi keselamatannya. Ya seperti diketahui, kondisi Merry saat itu bertepatan dengan peristiwa gejolak politik tahun 1998. Di sana, Merry kuliah di Universitas Teknologi Nanyang. Merry kuliah bukan dibiayai orangtuanya, melainkan melalui program student loan (pinjaman).

Diceritakan Icha, Merry hidup serba kekurangan di sana. Alhasil, Merry pun harus bekerja sambilan di banyak tempat supaya bisa survive. Kemudian, Merry pun pernah ditipu dan rugi ratusan dolar saat beralih kerja ke dunia investasi saham. Semua peluang usaha memang dilakukan Merry supaya bisa melunaskan hutang kuliahnya yang sangat besar.

"Pokoknya, singkat cerita, ia pun akhirnya bisa meraih 1 juta dolar Singapura dari perusahaan jasa keuangan yang ia bentuk sendiri. Semua itu berangkat dari pengalaman Merry. Ia bisa mendapat keuntungan sebesar itu di usianya yang masih 26 tahun. Maka dari itu, buku ini semacam suplemen bagi saya untuk bisa membuktikan dan membanggakan orang tua lewat berwirausaha," pungkas Icha yang kini tinggal di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang itu. (akhtur gumilang)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved