Pemkot Semarang Ikut Assessment Program Gerakan Menuju Smart City
Kota Semarang menjadi satu dari 47 kabupaten/kota yang berada pada 10 kawasan pariwisata prioritas
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang mengikuti assessment terkait program gerakan menuju smart city pada kawasan pariwisata prioritas nasional dan ibu kota negara baru.
Kota Semarang menjadi satu dari 47 kabupaten/kota yang berada pada 10 kawasan pariwisata prioritas dan 4 kabupaten/kota yang berada pada kawasan ibu kota negara baru oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Assessment atau penilaian secara virtual tersebut dilakukan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
• Tegaskan Tak Bully Terawan, Najwa Shihab: Di Amerika, Menghadirkan Bangku Kosong Sudah Biasa
• Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI? Ini Fakta dan Pengakuan Abdul Latief
• Der Spiegel Sebut Dinas Rahasia Jerman Terlibat Dalam Penumpasan PKI, Ini Faktanya
• Anggota DPRD Kota Semarang Wisnu Pudjonggo Wafat Karena Covid, Keluarga:Almarhum Ada Penyakit Bawaan
Sementara mengenai gerakan menuju smart city 2021 dilaksanakan untuk memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Gerakan ini juga bertujuan membimbing kabupaten/kota dalam menyusun masterplan smart city agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah.
Dalam paparannya, Penjabat sementara (Pjs) Wali kota Semarang, Tavip Supriyanto menerangkan, program Semarang Smart City telah diterapkan di Kota Lunpia sejak 2013 lalu.
Menurutnya hal itu merupakan pijakan tranformasi Kota Semarang.
Poin utamanya, smart city tak sekadar soal digitalisasi, tapi bagaimana memberi pelayanan cepat dan transparan kepada masyarakat.
"Di Kota Semarang, mempunyai dua konsep kota tangguh berbasis solusi, yaitu kota pintar dengan konsep pembangunan berwawasan teknologi dan berkelanjutan dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan," terang Tavip.
Ia juga menjelaskan, smart city telah diterapkan pada beberapa program di kota Semarang antara lain terkait dengan Skematik SPAM Semarang Barat, Instalasi Pengolah Sampah berbasis Teknologi Ramah Lingkungan (PSEL) Jatibarang dan berbagai aplikasi yang telah digunakan di Kota Semarang.
"Sudah banyak aplikasi yang diterapkan di Kota Semarang terkait peningkatan pelayanan kepada masyarakat."
"Di antaranya, penyediaan 2.300 Wi-fi, sistem e-government, e-monev, e-katalog lokal, perijinan online dan aplikasi Lapor Hendi," lanjut Tavip.
“Kita terus bergerak bersama menjadikan Kota Semarang cerdas dan hebat dan ini harus disengkuyung seluruh pemangku kepentingan pembangunan Kota Semarang."
"Butuh banyak tangan untuk turut serta membangun kota ini dengan gotong royong, bergerak bersama dalam segala aspek kehidupan."
"Dengan demikian, harapan kota lebih baik dan semakin hebat akan terwujud," jelas Tavip. (Eka Yulianti Fajlin)
• JLU Kabupaten Kebumen Terkendala Jalan yang Melintas di Lahan Perhutani
• Warga Tolak Kandang Ayam di Desa Panjang, Pemilik Ngotot Minta Ganti Rugi 500 Juta
• Inilah Profil Bagyo Wahyono, Calon Penantang Gibran Jokowi di Pilkada Solo
• Ini Penjelasan BPBD Soal Air Laut di Pantai Benteng Portugis Jepara Surut Mirip Tanda Tsunami