Breaking News:

Polrestabes Semarang Tangkap Empat Pengedar Sabu-sabu, Nilainya Lebih dari Rp 500 Juta

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang menangkap empat pengedar sabu-sabu di Kota Semarang.

Istimewa
Konferensi pers penangkapan empat pengedar sabu-sabu di Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang menangkap empat pengedar sabu-sabu di Kota Semarang. Mereka ditangkap secara beruntun.

Pertama kali Budi Setiawan (40) warga Semarang Tengah ditangkap di Gayamsari pada 12 September 2020 sekitar pukul 18.30 WIB. Bersamaan dengan penangkapan tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 50 gram.

Selang sehari kemudian, 13 September 2020, Polisi menangkap Zakaria (26) dan Aldo (25) di kawasan Bangetayu Kulon sekita pukul 23.45 WIB dengan barang bukti sekitar 50 gram sabu-sabu. Keduanya ini merupakan warga Sukorejo, Gunungpati.

Selanjutnya, pada 15 September 2020, Polisi kembali menangkap pengedar narkoba. Kali ini adalah Tarmuji (40) warga Sayung, Demak. Dia ditangkap di depan sebuah minimarket di Candisari. Dari tangannya, Polisi mengamankan 435 gram sabu-sabu. Pertama Polisi hanya menemukan 35 gram sabu-sabu, namun saat digeledah di kediamannya Polisi menemukan 400 gram sabu-sabu.

Dari total seluruh barang bukti sabu-sabu yang diamankan, kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis, totalnya mencapai 535 gram. Adapun nilainya mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Auliansyah mengatakan, dari hasil pemeriksaan yan pihaknya lakukan, barang milik Budi diperoleh dari seorang pria berinisial S yang saat ini masih dalam pengejaran. Budi membeli barang haram itu dari S senilai Rp 33 juta setiap 50 gramnya.

"Barang didapat Budi lalu dijual. Setiap satu gramnya, Budi mendapat keuntungan Rp 300 ribu," kata Auliansyah dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Rabu (30/9/2020).

Kemudian Zakaria dan Aldo mendapat sabu-sabu dari seorang pria berinisial E. Setiap kali transaksi mereka mendapat keuntungan Rp 500 ribu bonus pakai sabu-sabu gratis.

Sementara Tarmuji, lanjut Auliansyah, mendapat sabu-sabu dari seorang pria berinisial JJ yang masih dalam pengejaran.

"Tarmuji mendapat keuntungan Rp 10 juta sekali transaksi dengan barang tersebut," tandas Aulianysah.

Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Robert Sihombing mengatakan, keempatnya tidak saling berkaitan meski ditangkap dalam waktu yang hampir bersamaan. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved