Breaking News:

Fokus: Antisipasi Tsunami

RISET peneliti Insitut Teknologi Bandung soal potensi gempa megathrust M 9,1 yang bisa menyebabkan tsunami setinggi 20 meter menimbulkan keresahan.

tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Abduh Imanulhaq atau Aim wartawan Tribun Jateng 

Wartawan Tribun Jateng, Abduh Imanulhaq

 
RISET peneliti Insitut Teknologi Bandung mengungkap potensi gempa megathrust M 9,1 yang bisa menyebabkan tsunami setinggi 20 meter di Selatan Pulau Jawa. Hasil penelitian ini menimbulkan keresahan dan perasaan waswas masyarakat.

Padahal tujuan riset tersebut adalah memperkuat mitigasi. Mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun menyadarkan dan meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi ancamannya.

Kita sadar diri, Indonesia memang tak banyak bisa mengelak dari berbagai risiko bencana alam. Posisi geografis negeri kita terletak di ujung pergerakan tiga lempeng dunia, yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik.

Negeri kita juga berada di kawasan berisi deretan gunung api berbentuk tapal kuda di tepi Samudra Pasifik dari Australia hingga Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Kondisi yang mengharuskan kita selalu siap hidup bersama gempa tektonik dan vulkanik serta tsunami.

Tak kurang dari lembaga milik PBB yang fokus pada pengurangan risiko bencana, UN-ISDR, menyatakan Indonesia sebagai negara paling rawan terhadap bencana di dunia. Kita menempati peringkat tertinggi untuk ancaman bahaya tsunami, tanah longsor, dan gunung berapi.

Kemudian peringkat tiga untuk ancaman gempa. Selanjutnya posisi keenam untuk banjir. Mengingat predikat tersebut, wajib kiranya kita memiliki manajemen bencana yang mumpuni.

Karena alam memiliki daulatnya sendiri, tentu saja beberapa jenis bencana tak bisa dicegah. Upaya yang bisa dan harus dilakukan adalah menghindarkan jatuhnya banyak korban.

Ketika bencana terjadi, kita berikhtiar sekuat tenaga agar jumlah korban bisa diminimalkan. Bahkan kalau bisa nihil sehingga tak ada anak-anak yang menjadi yatim-piatu atau orangtua yang kehilangan putra-putrinya.

Dari sudut ini, kita bisa menilai betapa pentingnya manajemen pencegahan dan penanggulangan bencana yang paripurna. Dimulai dari pengelolaan risiko, tanggap darurat hingga pemulihan.

Halaman
12
Penulis: Abduh Imanulhaq
Editor: Vito
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved