Optimalkan Sistem Sunan, Universitas Muria Kudus Tingkatkan Koneksi Hingga 1.000 Mbps

UMK menggunakan sistem Sinau Temenanan (Sunan) untuk menjaga kualitas pendidikan mahasiswanya di tengah pandemi.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Mahasiswi Fakultas Hukum, Inola Karisma tengah menggunakan sistem e-learning Sinau Temenanan (Sunan) selama masa pandemi ini, Senin (5/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Universitas Muria Kudus (UMK) menggunakan sistem Sinau Temenanan (Sunan) untuk menjaga kualitas pendidikan mahasiswanya di tengah pandemi.

Ketua Tim Promosi UMK, Masruki Kabib mengatakan, sistem Sunan telah dikembangkan sejak tahun 2010 sebagai sarana e-learning mahasiswa.

Namun, penggunaan sistem itu belum maksimal karena pembelajaran dilakukan mayoritas secara tatap muka sebelum pandemi.

"Saat pandemi ini, anjurannya pendidikan dilaksanakan secara daring. Sehingga sekarang kami maksimal sistem e-learning Sunan," ujar dia, saat ditemui di UMK, Senin (5/10/2020).

Menurutnya, komposisi pembelajaran mahasiswa berubah pada saat di tengah pandemi ini.

UMK menerapkan pembelajaran tatap muka hanya 30 persen, sedangkan sisanya pembelajaran secara daring sebesar 70 persen.

"Dosen menyiapkan pembelajaran dalam bentuk video, power point, animasi dan lainnya untuk dipelajari mahasiswa. Lalu mahasiswa tinggal mengunduhnya," kata dia.

Tingginya penggunaan sistem Sunan ini membuatnya harus meningkatkan koneksi (bandwidht) internet menjadi 1.000 Mbps dengan cadangan 100 Mbps.

"Karena sekarang mayoritas pembelajarannya dari, maka‎ kami tingkatkan bandwidht untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan," ujar dia.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan infrastruktur untuk mendukung pembelajaran secara daring. Sedikitnya 885 komputer disiapkan untuk membantu mahasiswa yang ingin mengunduh tugas perkuliahan.

"Hampir 1.000 komputer ini kami siapkan untuk memfasilitasi mahasiswa yang kesulitan mengunduh tugas," ujar dia.

Dia berharap, selama pandemi berlangsung yang membuat mahasiswa itu menjalankan perkuliahan secara daring. Tidak membuat kualitasnya pendidikannya menurun, tetapi tetap sama dengan kualitas secara konvensional.

"Selama masa pandemi ini kami ingin kualitas pendidikan tetap meningkat," ujar dia.

Sementara itu, Inola Karisma, mahasiswi Fakultas Hukum 2018 itu sudah menggunakan sistem Sunan sejak awal masuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved