Breaking News:

Berita Nasional

Ada 38.000 Penerima Kartu  Prakerja Gelombang VI Dicabut Kepesertaannya, Ini Alasannya

Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja kembali mencabut status kepesertaan penerima kartu prakerja.

Editor: m nur huda
prakerja.go.id
Ilustrasi Kartu Pra Kerja 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja kembali mencabut status kepesertaan penerima kartu prakerja.

Dari gelombang VI, ada sekitar 38.000 penerima yang dicabut status kepesertaannya.

"Untuk gelombang VI, kami terpaksa mencabut kepesertaan dari 38.000 orang," ujar Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu kepada Kontan.co.id, Rabu (7/9).

Air Laut Surut hingga Ada Kabar Tsunami, Warga Tulungagung Berbondong Ngungsi

Sebagai Pengusaha Ini Kata Ruben Onsu Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja

Razia Masker di Kota Semarang Kembali Digencarkan, Warga Tertib Diberi Hadiah Uang

Debat Pilpres AS, Kamala Harris Sebut Trump Sembunyikan Informasi Tentang Covid-19

Menurut Louisa, dengan adanya pencabutan status kepesertaan ini, maka PMO sudah mencabut status kepesertaan sekitar 276.000 penerima kartu prakerja dari gelombang I hingga gelombang VI.

Adapun, pencabutan status kepesertaan ini  diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian nomor 11 tahun 2020.

Dalam aturan tersebut dijelaskan, penerima kartu prakerja tidak melakukan pemilihan Pelatihan dalam jangka waktu 30 hari, maka penerima Kartu Prakerja dicabut kepesertaannya.

Louisa juga belum bisa membeberkan apa saja penyebab mengapa peserta tak kunjung melakukan pembelian pelatihan pertama.

"Semua masih kami  kaji, tapi kami sudah sempat mendapatkan data dari peserta gelombang I sampai III, [alasan tidak mengambil pelatihan pertama] ada yang mengatakan mereka sudah bekerja, lupa password, tidak tahu caranya," terang Louisa.

Louisa mengatakan, pihaknya terus mengimbau peserta untuk segera melakukan pembelian pelatihan.

Bahkan, PMO juga sudah membentuk tim layanan masyarakat kartu prakerja untuk membantu peserta.

Layanan ini bisa dijangkau lewat telepon, live chat di laman resmi kartu prakerja serta melalui email.

"Kami sekarang sudah  punya tim customer service yang lengkap dan kuat. Mudah-mudahan dengan adanya customer service ini, orang-orang yang  tadinya melakukan pembelian bisa bertanya dan bisa dibantu," katanya.

Sementara itu, peserta gelombang VII pun diingatkan untuk segera membeli pelatihan pertama.

Peserta kartu prakerja gelombang VII memiliki waktu hingga tanggal 9 Oktober pukul 23:59 untuk membeli pelatihan pertama supaya status kepesertaan tidak dicabut.(Kontan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved