Berita Pati
Festival Batik Bakaran Pati Tampilkan 36 Motif Batik Tulis
Pemerintah Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Pati, menggelar pameran batik bakaran dan webinar, Kamis (8/10/2020).
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: abduh imanulhaq
“Kami kerjasamakan BUMDes dengan semua pengrajin. (Tujuannya) supaya pengrajin fokus memproduksi batik dan BUMDes yang menjualnya. Karena kami belum punya outlet, rencananya, pasar desa in syaa Allah tahun depan akan kami renovasi. Bagian bawah tetap untuk pasar, yang atas untuk kantor BUMDes sekaligus outlet batik dan co working space,” tutur dia.
Satu perajin batik senior di Bakaran Wetan, Mbah Bukari Wiryo Satmoko, menjelaskan batik bakaran muncul pada pertengahan abad ke-15.
Batik kebanggaan Kabupaten Pati ini merupakan peninggalan leluhur bernama Nyi Danowati.
“Batik bakaran aslinya sogan, warnanya biru tua dan sawo matang. Ciri khasnya seperti itu. Kalau sekarang lebih berwarna-warni, itu inovasi, modern,” ungkap pria yang mulai belajar membatik pada 1963 ini.
Ketika itu ia berusia 12 tahun.
Pria yang arab disapa Mbah Bukari ini mengatakan, pembeda batik bakaran dari batik daerah lainnya adalah remekan atau pecahan.
Adapun remekan ialah motif abstrak berupa serabut-serabut halus yang menjadi latar belakang kain batik bakaran.
Remekan dihasilkan dari proses “peremukan” pada kain batik yang sudah digambar dengan malam/lilin sebelum dicelup warna. (Mazka Hauzan Naufal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/batik-bakaran-pati.jpg)