Breaking News:

Berita Kebumen

Para Pelajar Anarkis Demo UU Cipta Kerja di Kebumen Menangis Saat Dijemput Orangtua di Polres

Sejumlah pelajar yang anarkis saat terjadi kerusuhan demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja di Gedung DPRD Kebumen, menangis saat dijemput orangtua.

Editor: m nur huda
KOMPAS.COM/DOK POLRES KEBUMEN
Salah satu remaja yang diamankan akibat berbuat anarkis saat unjuk rasa menolak UU Omnibus Law meminta maaf kepada orang tuanya di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah, Senin (12/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Sejumlah pelajar yang anarkis saat terjadi kerusuhan demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja di Gedung DPRD Kebumen, menangis saat dijemput orangtua.

Mereka, menurut Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, telah menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka.

Rudy menjelaskan, setelah tertangkap, kedelapan pelajar yang anarkis mendapat treatment khusus, yaotu hipnoterapi secara massal.

Baca juga: Viral Video Bupati Blora Djoko Nugroho & ASN Perempuan Joget Tanpa Masker di Acara Hajatan

Baca juga: Ini Alasan Kim Sae Ron Mundur dari Drama Jaehyun NCT Dear M yang Diungkap Pihak Agensi

Baca juga: Harga Oppo Reno 4F Dibanderol Rp 4 Jutaan, Berikut Spesifikasinya Lengkap: Desain, Kamera

Baca juga: Fernando Santos Kecewa Hasil Prancis Vs Portugal Tadi Malam, Sepi Gol dan Adem-adem Saja

"Para pelajar secara sukarela, tanpa paksaan, meminta maaf dan menangis serta tidak akan mengulangi lagi," kata Rudy melalui keterangan tertulis.

Suasana haru

Sementara itu, suasana haru pecah ketika para pelajar itu sujud di pangkuan orangtua mereka yang menjemput.

Mereka pun menyesal atas perbuatan mereka telah merusak fasilitas umum.

"Kami mohon maaf pak, atas ulah anak kami. Akan kami awasi lagi supaya tidak terulang," kata salah satu orang tua.

Hanya ikut-ikutan Dari hasil keterangan Rudy, para pelajar itu mengaku hanya ikut-ikutan saat demo.

Mereka mengaku diajak melihat ajakan melalui poster ataupun meme yang beredar melalui Whatsapp dan media sosial.

"Mereka meyakini apa yang dilakukan itu adalah aksi solidaritas. Kami berharap di kemudian hari, tidak terulang lagi. Semoga Kebumen Kondusif," ujar Rudy.

(Penulis: Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anarkis Saat Demo, Para Pelajar Ini Menangis Saat Dijemput Orangtua"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved