Breaking News:

Berita Nasional

Kenaikan Tarif Taksi Online Sudah Disepakati, Tinggal Tunggu Momentum Pandemi Mereda

Kemenhub memastikan tidak ada kenaikan tarif angkutan daring, khususnya untuk Angkutan Sewa Khusus (ASK) atau taksi online.  

Editor: m nur huda
Kompas.com
Ilustrasi taksi online 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Selama pandemi Covid-19, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak ada kenaikan tarif angkutan daring, khususnya untuk Angkutan Sewa Khusus (ASK) atau taksi online.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, tarif taksi online akan mengalami penyesuaian, setelah sebelumnya tarif ojek online telah mengalami perubahan pada awal 2020.

Baca juga: Beredar Surat Instruksi Demo Seluruh Indonesia Selama 5 Hari, KSBSI: Kita Enggak Mau Chaos

Baca juga: Kapal Asing Sitaan Asal Vietnam Diduga Dijual Oknum Jaksa Batam Ke Pengusaha, Sudah Dicat Ulang

Baca juga: Mahfud MD: Pemerintah Dapat Ubah UU Cipta Kerja di Uji Materi MK Jika Dinilai Rugikan Buruh

Baca juga: Praka P Dipecat Terbukti Suka Sesama Jenis Prajurit TNI hingga Bikin Pimpinan TNI AD Marah Besar

Apalagi untuk tarif ASK dan taksi online belum mengalami perubahan sejak tiga tahun lalu.

Meski begitu, Yani mengatakan jika menaikkan tarif saat kondisi perekonomian sedang lesu karena Covid-19 kurang tepat.

Tak heran sampai saat ini Kemenhub masih menunggu waktu yang tepat sebelum menentukan tarif baru untuk ASK dan taksi online.

“Cuma gini, apakah momen sekarang pas menaikkan tarif? Kan kalau kondisi turun, tarif naik kan berdampak lagi masyarakat. Kasihan, makanya kita tahan dulu selama Covid-19,” ujar Yani, dalam konferensi virtual (13/10/2020).

Meski begitu, Yani mengatakan jika kenaikan tarif taksi online sebetulnya sudah sampai pada pembahasan final.

Berapa banyak angka kenaikan pun sudah disetujui sejumlah pihak, namun memang belum ketuk palu sampai saat ini.

Ia juga tak menutup kemungkinan, jika pandemi Covid-19 segera mereda di Indonesia, kenaikan soal tarif taksi online segera diumumkan.

“Semuanya sih sudah kita bahas, sudah ada kesepakatan. Saat ini tinggal menunggu momen. Hitung-hitungannya kami sudah ada, tinggal cari momen yang tepat saja,” ucap Yani.

Untuk diketahui, saat ini tarif taksi online yang berlaku terbagi atas dua zona.

Wilayah I meliputi Sumatera, Bali dan Jawa, tarif batas bawahnya Rp 3.500 per km dan batas atas Rp 6.000 per km.

Sedangkan wilayah II meliputi Kalimantan, Sulawesi dan Papua tarif batas bawahnya Rp 3.700 km dan batas atas Rp 6.500 per km.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tarif Taksi Online Bakal Naik saat Pandemi Mereda"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved