Berita Nasional
Hari Ini Menhan Prabowo Subianto Temui Pejabat AS di Pentagon Bahas Kerja Sama Pertahanan
Pemerintah AS direncanakan akan menerima kunjungan Prabowo Subianto di Gedung Pentagon, Virgnia, AS, Jumat (16/10/2020) waktu setempat.
"Kami mendesak Anda untuk mengklarifikasi bahwa visa yang diberikan kepada Prabowo Subianto tidak memberikan kekebalan dalam bentuk apa pun dan memastikan jika dia datang ke Amerika Serikat, dia akan secepatnya diperiksa dengan benar," tambah dia.
Persilakan kritik Sementara itu, Juru Bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak menghormati kritik sejumlah organisasi terhadap kunjungan Prabowo Subianto ke AS.
Ia menyatakan, selama mengabdikan diri untuk negara, Prabowo sudah mengalami penolakan kunjungan dan tuduhan pelanggaran "Dengan adanya pihak-pihak yang menolak, mengkritisi, saya pikir silahkan saja, Pak Prabowo sudah mengalami penolakan dan tuduhan macam-macam selam beliau bertugas sebagai abdi negara, juga bertugas sebagai politisi," terang Dahnil.
Ia menegaskan, kunjungan Prabowo kali ini pada dasarnya untuk memenuhi undangan pemerintah AS.
"Yang jelas Pak Prabowo di Amerika Serikat memenuhi undangan pemerintah Amerika Serikat, kemudian memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Amerika Serikat," tegas Dahnil.
Faktor China
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai undangan Mark Esper kepada Prabowo sebagai salah satu sebagai strategi AS menghadapi China.
"Undangan Menhan AS kepada Menhan Prabowo ke AS harus dilihat sebagai strategi AS menghadapi China," ujar Hikmahanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2020).
Hikmahanto menuturkan, berdasarkan "buku putih" Departemen Pertahanan AS disebutkan bahwa China berniat untuk membangun pangkalan militer di Indonesia.
Menurutnya, keinginan China tersebut tak lepas karena faktor kedekatan ekonomi Indonesia dengan Negeri Tirai Bambu.
Hikmahanto mengatakan, AS khawatir ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap China akan melemahkan prinsip kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Sebab, AS memprediksi berlahan Indonesia akan jatuh ke tangan China karena ketergantungan ekonominya.
Dengan begitu, Indonesia pun dikhawatirkan akan mudah dikendalikan China.
Akan tetapi, Hikmahanto menyatakan, Indonesia merupakan negara strategis dan memiliki peran yang sentral di kawasan Asia Pasifik, baik untuk AS maupun China.
"Karenanya Menhan AS mengundang Menhan Indonesia untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ketua-umum-partai-gerindra-prabowo-subianto-menghadiri-upacara-pelantikan-joko-widodo-dan-maruf-amin.jpg)