Berita Blora
Susah Sinyal, Pemkab Blora Akan Bangun Tower di Sekolah Dukung Pembelajaran Daring
Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memaksa sistem pembelajaran dilakukan secara daring atau online.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memaksa sistem pembelajaran dilakukan secara daring atau online.
Namun, rupanya sistem tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan di Kabupaten Blora.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Endang Rukmiati mengatakan, untuk mengantisipasi sulitnya penerapan pembelajaran daring, pihaknya menerapkan sistem pembelajaran blended learning atau campuran antara luring dan daring.
Baca juga: Kecelakaaan Maut di Bogor Tewaskan 5 Orang, Bermula dari Truk Rem Blong
Baca juga: Bawa Keunggulan Kapasitas 256 GB, Ini Spesifikasi dan Harga Realme C17
Baca juga: Prediksi Susunan Pemain dan Live Streaming Manchester City vs Arsenal Malam Ini
Baca juga: Disebut Arogan Oleh Menteri Olahraga Italia, Cristiano Ronaldo Serang Balik: Pembohong
Pasalnya, untuk jenjang sekolah dasar atau SD memang sejauh ini menggunakan luring.
Sedangkan jenjang SMP untuk sistem daring sudah bisa berjalan meski tidak maksimal.
Endang mengatakan, sulitnya penerapan pembelajaran secara daring lantaran masih banyak siswa yang belum memiliki perangkat penunjang, misalnya telepon pintar.
Hal itu diperparah dengan faktor kemiskinan yang akhirnya masing-masing orang tua belum mampu membelikan telepon pintar untuk belajar sang anak.
"Di samping itu SD kan banyak di sekolah pinggiran, maka jangkauan akses internet ini yang jadi kendala," ujar Endang, Sabtu (17/10/2020).
Dalam sistem pembelajaran luring, katanya, maka guru datang ke rumah siswa untuk mengajar atau semacam diskusi kelompok dengan siswa.
Masing-masing kelompok terdiri atas lima siswa.
Memang dalam pembelajaran daring sinyal itu hal mutlak. Diakui masih ada sejumlah wilayah di Blora yang akses sinyalnya susah.
Sebagai solusi, maka pihaknya akan mendirikan tower di sekitar sekolah demi memudahkan siswa dalam belajar.
Di antar wilayah yang susah sinyal yakni di Alas Malang, Kecamatan Jati kemudian beberapa wilayah di kecamatan Kradenan maupun Randublatung.
"Berapa kebutuhan tower, ini masih disurvei. Sedang proses," tandasnya.
Meski begitu, pihaknya juga telah menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-menara-bts.jpg)