Berita Pemalang
Asyiknya Rafting di Cubeng Pemalang, Wakil Ketua ASPPI Ismayasari: Sangat Mengagetkan
Jika anda termasuk hobi mencari tempat yang keren, kunjungi Rafting Curug Bengkawah (Cubeng) yang ada di Desa Sikasur.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
TRIBUNJATEG.COM, PEMALANG - Jika anda termasuk hobi mencari tempat yang keren, tak ada salahnya anda mengunjungi Rafting Curug Bengkawah (Cubeng) yang ada di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Pantauan Tribunjateng.com, letak Desa Sikasur ini berbatasan dengan utara Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal.
Jaraknya sekitar 1,5 jam dari pusat Pemerintahan Kabupaten Pemalang.
Kemudian, sesampainya di Desa Sikasur jarak ke objek wisata ini sangat dekat sekali, membutuhkan waktu sekira 15 menit sampai ke lokasi wisata.
Tempat lokasi ini berada di tengah sawah. Saat berada di tempat registrasi pengunjung akan disambut dengan pemandangan yang sangat indah sekali, hamparan sawah hijau dan perbukitan menjadi daya tarik tersendiri di wisata ini.
Kemudian untuk kondisi jalannya sedikit berbatuan. Tapi tenang saja, untu kendaraan roda dua atau roda empat bisa melewati jalan tersebut.
Ismayasari Wakil Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) wilayah III Jawa Barat mengatakan, sangat senang melakukan olahraga seperti ini.
"Saya baru pertama kali olahraga ini, sehingga sangat mengagetkan. Kagetnya itu karena seneng mas. Karena, saat dalam perjalanan yang memakan waktu lebih dari 1 jam sangat deg deg an dan takut. Soalnya baru pertama akan mencoba olahraga ini."
"Tapi ketakutan itu dibayar dengan olahraga yang sangat ejoy dan saya bersama teman-teman sangat menikmati," kata Isma kepada Tribunjateng.com, seusai rafting, Sabtu (17/10/2020).
Menurutunya olahraga ini sangat menguji andrenalin.

"Sungainya sudah lebar, terus arusnya tidak terlalu tinggi. Kita yang ada diperahu bahagia. Jujur, saya pengen ke sini lagi," ujarnya.
Dirinya juga mengungkapkan ada beberapa titik pemberhentian bagi peserta rafting.
Pada tempat pemberhentian tersebut, peserta bisa menikmati Sungai Jasa dan Sungai Pakum
"Misalnya mandi di lokasi pemberhentian, terus airnya juga jernih. Bahkan dari pengelola juga mengabadikan saat rafting.
Isma juga menuturkan, untuk fasilitas sendiri di sini sudah sangat lengkap.
"Dari kita akan rafting hingga selesai rafting, pemandu sangat bagus. Selalu, memberikan informasi."
"Selesai rafting, kami semua di kasih kelapa muda. Terus saat hendak pulang peserta diangkut menggunkan mobil pajero yang artinya panas njobo njero," tuturunya.
Kemudian, sesampainya di tempat pendftaran semua peserta menikmati makanan yang sangat enak.
"Sambi menikmati makan, kami semua dilihatkan dengan wisata edukasi yaitu tari jaran-jaranan," imbuhnya.
Dirinya menambahkan, sebagai pelaku pariwisata ia akan membawa pengunjung ke objek wisata ini.
"Setelah pulang dari sini, kami semua akan membuat paket wisata dan promosi wisata rafting ini," tambahnya.
Sementara itu, Warsito pengelola Rafting Cubeng Desa Sikasur mengatakan, Desa Sikasur merupakan kawasan desa wisata berbasis potensi pertanian, Keindahan alam, wisata air dan kesenian budaya.
Keindahan alam Desa Wisata Sikasur memiliki sebuah air terjun yang dikenal dengan Curug Bengkawah, Telaga Silating, dan potensi wisata air rafting dan tubing, yang merupakan salah satu wisata yang baru dikembangkan.
"SK Desa wisata Sikasur ini tahun 2018, untuk raftingnya 2019. Alhamdulilah, saat rafting dilaunching sarana dan prasarana pendukung desa wisata telah diupayakan oleh Pokdarwis di dukung oleh semua elemen masyarakat yang senantiasa membangun menjaga fasilitas yang sudah ada," kata Warsito.
Warsito menerangkan, harga rafting satu orang perpaket yaitu Rp 150 ribu. Harga tersebut, sudah termasuk welcome drink, makan minum selama kegiatan, dokumentasi selama kegiatan, dan makan setelah kegiatan.
Paket rafting meliputi asuransi, transportasi lokal, sewa peralatan rafting, skipper dan tim rescue, ruang ganti, makan dan minum selama kegiatan dan dokumentasi.
"Jarak rafting ini yaitu 7 kilometer dengan durasi waktu 1,5 jam. Sepanjang rafting pengjung bisa menikmati perbukitan yang sangat indah," terangnya.
Selain sajian alam, seni dan budaya juga disajikan kuliner khas pedesaan yang dikemas alami dan higienies.
Warsito mengatakan, beberapa paket wisata yang disiapkan oleh kampung Cubeng antara lain paket wisata edukasi, petualangan, dan wisata budaya.
Dalam paket wisata edukasi, wisatawan ditawarkan untuk memilih paket yang diminati antara lain paket edukasi pertanian dan musik tradisional.
"Paket edukasi pertanian wisatawan akan menikmati tarian penyambutan, selanjutnya diajak untuk belajar menanam padi, fun games dan river tubing."
"Lalu untuk musik tradisional selain mendapatkan sajian tari penyambutan, pengujung akan diajari bagiamana bermain karawitan," katanya.
Pihaknya menambahkan, di masa pendemi corona seperti ini, pengelola menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, wajib menggunakan masker, dan dicek suhu badan.
Bingung untuk mengisi liburan di masa pandemi seperti ini, silahkan datang saja ke objek wisata ini. (*)