Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Pelajar yang Rusuh saat Demo di Kebumen Tak Tahu Arti Omnibus Law dan UU Cipta Kerja

Mayoritas perusuh yang diamankan Polres Kebumen saat demo hari Jumat (9/10) tidak tahu tentang tuntutan demo yang mereka lakukan.

ISTIMEWA
siswa anarkis dalam demonstrasi sungkem ke orang tua saat pembinaan Polres Kebumen 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Mayoritas perusuh yang diamankan Polres Kebumen saat demo hari Jumat (9/10) tidak tahu tentang tuntutan demo yang mereka lakukan.

Ia hanya ingin berbuat rusuh seperti yang tengah viral di Medsos.

Mereka mengaku hanya ikut-ikutan setelah melihat iklan atau poster ajakan menolak UU Cipta Kerja yang viraal di group WA ataupun Medsos.

Terungkap mereka tak tahu UU Cipta kerja, Omnibus Law artinya apa juga tidak mengetahui.

"Adik tahu tentang UU Cipta Kerja?" tanya Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan kepada RA, perusuh yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

"Tidak Pak.

Saya tidak tahu," jawab RA sambil geleng-geleng menangis pada pelukan ibunya.

Kapolres Kebumen berhasil membuat para perusuh demo itu menyesal dengan hipnoterapinya.

AKBP Rudy mengungkapkan, unjuk rasa boleh dan dilindungi undang-undang.

Namun ada peraturan yang mengikat, diantaranya harus dilakukan secara damai serta tidak merusak fasilitas serta ketertiban umum.

Halaman
12
Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved